Jakarta – Sektor pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) mencatat konsolidasi strategis melalui akuisisi startup Dokai oleh platform Bolt.new.
Langkah korporasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas agen otonom dalam ekosistem pengembangan perangkat lunak bagi segmen perusahaan berskala besar.
Meskipun kesepakatan telah resmi tercapai, kedua pihak sepakat untuk tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi tersebut kepada publik.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Co-Founder Dokai, Gerry Fernando Patia, bersama seluruh tim pengembangnya akan bergabung langsung dengan divisi AI dan machine learning di Bolt.new.
Dokai sendiri dikenal sebagai pengembang agen AI otonom yang dirancang khusus untuk mengotomatisasi alur kerja pemasaran dan penjualan perusahaan.
Teknologi yang dikembangkan startup asal San Francisco ini mencakup kemampuan riset prospek yang mendalam, penentuan prioritas akun, serta pengayaan data pada sistem manajemen hubungan pelanggan atau CRM.
CEO sekaligus Co-Founder Bolt.new, Eric Simons, menyatakan bahwa integrasi teknologi Dokai menjadi krusial di tengah meningkatnya kebutuhan pelanggan korporasi terhadap solusi AI yang reliabel.
“Pembeli enterprise tidak terlalu memedulikan apakah agen terlihat bagus saat didemonstrasikan, yang dipedulikan adalah apakah agen mampu bekerja setiap hari,” ujar Eric sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Sabtu (3/10).
Simons menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan efisiensi operasional bagi pengguna enterprise.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa sekitar separuh pelanggan enterprise Bolt.new mulai membangun aplikasi bahkan sebelum kontrak formal ditandatangani.
Rata-rata waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk menerapkan aplikasi pertama mereka tercatat selama 34 hari.
Kehadiran teknologi Dokai akan diintegrasikan ke dalam lapisan orkestrasi platform Bolt.new untuk meningkatkan fungsionalitas.
Sistem baru ini memungkinkan agen AI untuk merencanakan dan menyelesaikan pekerjaan bertahap pada sistem enterprise secara mandiri tanpa memerlukan intervensi manusia di setiap langkahnya.
Integrasi ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas aplikasi dengan sistem internal perusahaan yang kompleks.
Para pelanggan enterprise dijadwalkan akan mulai merasakan kemampuan awal dari teknologi gabungan ini pada akhir musim gugur tahun 2026.
Dokai sendiri didirikan oleh Gerry Fernando Patia bersama Rio Atmadja dengan fokus awal pada teknologi AI yang mampu mempelajari alur kerja perusahaan melalui demonstrasi langsung.
Sementara itu, Bolt.new merupakan platform pengembangan aplikasi web full-stack berbasis AI yang dikembangkan oleh StackBlitz.
Platform ini memungkinkan pengguna untuk membangun, menjalankan, hingga menerapkan aplikasi hanya dengan memberikan instruksi melalui bahasa alami.
Langkah akuisisi ini dipandang sebagai upaya Bolt.new untuk mendominasi pasar pengembangan aplikasi berbasis AI yang semakin kompetitif di tingkat global.
Dengan menggabungkan keahlian Dokai dalam otomatisasi alur kerja dengan platform pengembangan Bolt.new, perusahaan berharap dapat memangkas waktu pengembangan aplikasi secara signifikan bagi klien korporasi mereka.























