Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 per 2 Oktober 2026

Ikhwan Setiawan

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 per 2 Oktober 2026

Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan tekanan jual yang signifikan dari investor asing pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (2/10/2026).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi harian mencapai Rp12,3 triliun.

Investor asing terpantau melakukan aksi lepas saham dengan catatan net sell mencapai Rp1,27 triliun.

Secara volume, total saham yang dilepas oleh investor asing mencapai 33,49 miliar lembar.

Dinamika perdagangan saham berkapitalisasi besar atau big caps di indeks LQ45 turut mewarnai pergerakan pasar.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi pemimpin penguatan di kelompok saham dengan rasio harga terhadap laba (PER) rendah, dengan kenaikan harga sebesar 3,58%.

Kinerja positif AADI diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 0,64% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 0,50%.

Di sisi lain, tekanan jual cukup terasa pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 2,21%.

Penurunan juga terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar 1,74%.

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan lonjakan harga paling mencolok di antara daftar 20 saham yang dipantau, yakni sebesar 7,14%.

Sebaliknya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi sebagai penurun terdalam dengan pelemahan 2,97%.

Tekanan terhadap saham sektor energi dan material juga terlihat pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 2,31%.

Dalam analisis valuasi, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencatatkan rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) terendah di antara seluruh saham yang diamati, yakni berada di level 0,34 kali.

Rasio PBV sendiri berfungsi sebagai indikator pembanding antara harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar saham.

Selain itu, rasio harga terhadap laba atau price earning ratio (PER) digunakan investor untuk mengukur seberapa besar harga saham yang dibayarkan dibandingkan dengan perolehan laba bersih per saham.

Pergerakan saham BBTN juga menarik perhatian dengan kenaikan 0,95% dan memiliki rasio PER di angka 3,11 serta PBV 0,40.

Pasar saat ini masih mencermati arus modal asing yang keluar sebagai sentimen utama penentu arah indeks.

Aktivitas perdagangan pada 2 Oktober 2026 ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor di tengah volatilitas pasar saham domestik.

Seluruh data transaksi dan valuasi ini merujuk pada Pusat Data Kontan dan RTI.

Kondisi pasar yang diwarnai aksi net sell asing ini menjadi perhatian pelaku pasar dalam menyusun strategi investasi untuk pekan berikutnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar