Cermati Rekomendasi Teknikal Saham BBCA, JPFA, dan AMRT Hari Ini

persen

Cermati Rekomendasi Teknikal Saham BBCA, JPFA, dan AMRT Hari Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis (23/7/2026) dengan pelemahan tipis sebesar 0,30 persen atau 19,16 poin, yang membawa indeks ke level 6.315,31.

Pembalikan arah terjadi di akhir sesi setelah indeks sempat bertahan di zona hijau dalam sebagian besar waktu perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume transaksi mencapai 62,94 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 23,78 triliun.

Sebanyak 299 saham tercatat mengalami koreksi harga, sementara 321 saham berhasil menguat dan 176 saham lainnya ditutup stagnan.

Sentimen pasar yang fluktuatif ini memicu para analis untuk memberikan tinjauan teknikal bagi investor yang bersiap menghadapi perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026).

Salah satu emiten yang mencuri perhatian adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang pada penutupan kemarin melemah 3,46 persen ke level Rp 6.275 per saham.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan bahwa BBCA saat ini akan menguji area support di rentang 6.000 hingga 6.150.

“BBCA akan uji support area dalam rentang 6.000-6.150 atau MA10 dan MA50 dengan indikator RSI bergerak turun, sejalan dengan MACD yang melemah meski di zona positif,” ujarnya sebagaimana dikutip dari dokumen analisis teknikal, Kamis (23/7/2026).

Oktavianus merekomendasikan strategi buy on weakness dengan level support di Rp 6.000 dan resistance di Rp 6.600.

Di sisi lain, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menunjukkan pergerakan yang lebih stabil dengan penguatan 1,92 persen ke level Rp 2.120 pada penutupan perdagangan kemarin.

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai JPFA saat ini masih berada dalam tren kenaikan yang solid.

“JPFA masih berada dalam tren naik yang diperkirakan menuju resisten Fibonacci berikutnya di level 2260,” ungkap Ivan dalam laporan risetnya, Kamis (23/7/2026).

Ivan menambahkan bahwa apabila terjadi koreksi, support krusial berdasarkan Fibonacci retracement berada di level 1.900, dengan indikator MACD yang masih menunjukkan momentum bullish.

Untuk saham ini, analis menyarankan strategi hold dengan support di Rp 1.920 dan resistance di Rp 2.360.

Sementara itu, sektor komoditas melalui PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan harga sebesar 4,72 persen ke level Rp 6.100 per saham.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat penguatan tersebut didukung oleh peningkatan volume pembelian yang signifikan.

“EMAS menguat 4,72% ke 6,100 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, pergerakan EMAS pun mampu berada di atas MA20,” papar Herditya, Kamis (23/7/2026).

Herditya memperkirakan posisi EMAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C].

Investor disarankan menerapkan strategi buy on weakness dengan batasan support di Rp 5.875 dan target resistance di Rp 6.450.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar