Chandra Asri (TPIA) Bukukan Pendapatan US$ 5,3 Miliar Sepanjang Semester I-2026

Kholida Rahman

Chandra Asri (TPIA) Bukukan Pendapatan US$ 5,3 Miliar Sepanjang Semester I-2026

Jakarta – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan lonjakan pendapatan bersih sebesar 83,6% secara tahunan (year on year) menjadi US$ 5,3 miliar sepanjang semester I-2026.

Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh ekspansi skala operasional grup pasca akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025.

Selain itu, integrasi jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bermerek Esso yang rampung pada Januari 2026 turut memberikan kontribusi signifikan.

Meskipun pendapatan melonjak, laba bersih setelah pajak perusahaan justru terkoreksi 77,2% secara tahunan menjadi US$ 371,2 juta.

Kondisi serupa terjadi pada EBITDA perusahaan yang mengalami penurunan 54,5% menjadi US$ 802,6 juta pada periode yang sama.

Manajemen TPIA menjelaskan bahwa perbedaan tajam pada kinerja laba bersih ini dipicu oleh basis perbandingan yang tinggi pada semester I-2025.

Pada periode sebelumnya, terdapat pengakuan keuntungan dari pembelian diskon atau bargain purchase gain terkait akuisisi Aster yang bersifat tidak berulang.

Di luar faktor keuntungan luar biasa tersebut, perusahaan mengklaim kinerja operasional dan keuangan inti tetap mencatatkan hasil yang solid di tengah volatilitas pasar global.

“Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui peningkatan kepemilikan saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan oversubscription, guna meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas akses investor,” ungkap manajemen melalui keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026).

Pada segmen energi, perusahaan fokus pada efisiensi operasional melalui integrasi jaringan SPBU Esso dan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Proyek revitalisasi fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom kini terus menunjukkan progres positif menuju tahap operasional penuh.

Inisiatif tersebut diproyeksikan mampu memberikan tambahan EBITDA sekitar US$ 20 juta per bulan mulai kuartal IV-2026.

Sementara itu, di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah menyentuh progres 72% dan ditargetkan beroperasi pada 2027.

Perusahaan juga telah mencapai keputusan investasi final (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$ 80 juta guna memperkuat rantai pasok regional.

Di lini infrastruktur, anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memperluas kolaborasi strategis di sektor logistik dan kepelabuhanan.

Kerja sama dengan SCG Barito Logistics dan Krakatau Bandar Samudera dilakukan untuk meningkatkan layanan penyimpanan kontainer dan tangki.

Fasilitas tangki bitumen CDI sendiri kini telah mencapai tahap pembangunan 75%.

Selain itu, peluncuran operasional Aster Ports & Terminals per 1 Juli 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan pelabuhan terintegrasi bagi kebutuhan internal maupun pihak ketiga.

“Dengan fondasi tersebut, Chandra Asri Group berada pada posisi yang semakin kuat untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan serta mendukung pengembangan industri di Asia Tenggara,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar