Cipta Kridatama Cetak Operator Muda Andal Melalui Program ADOP

28 pemuda Meulaboh jalani pelatihan intensif ADOP PT Cipta Kridatama untuk menjadi operator alat berat profesional dengan fokus disiplin militer dan keselamatan kerja di industri pertambangan.

persen

Banjarbaru – Sebanyak 28 pemuda asal Meulaboh, Aceh Barat, kini tengah dipersiapkan menjadi operator alat berat profesional melalui program intensif Advance Development Operator Program (ADOP) yang diselenggarakan PT Cipta Kridatama (CK).

Program ini bertujuan mencetak tenaga kerja lokal yang tangguh, disiplin, dan memiliki standar keselamatan kerja tinggi di industri pertambangan.

Para peserta menjalani pelatihan fisik dan mental melalui program Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) serta Bela Negara yang bekerja sama dengan TNI di Rindam Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 12 Juni 2026 ini menjadi tahap awal pembentukan karakter sebelum mereka terjun ke lapangan.

Setelah lulus dari gemblengan militer, para peserta akan melanjutkan pelatihan teknis menggunakan simulator dan unit nyata di Training Center Nasional PT Cipta Kridatama.

Direktur CK, Roni Setyawan, menegaskan bahwa integrasi antara pelatihan teknis dan kedisiplinan ala militer merupakan kunci utama dalam menciptakan budaya kerja yang aman.

“Kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja,” ujar Roni.

Menurut Roni, disiplin tinggi sangat krusial untuk menekan angka kelalaian di area tambang demi mewujudkan target zero fatality.

Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membuka lapangan kerja berkualitas bagi putra daerah di sekitar wilayah operasional.

Salah satu peserta, Riski Darmawansyah, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari angkatan pertama program ini.

“ADOP adalah kesempatan pertama bagi kami untuk memasuki dunia kerja profesional di industri pertambangan dengan standar yang tinggi,” ungkap Riski.

Senada dengan Riski, peserta lainnya, Teuku Hamzah, menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan bekal berharga berupa keahlian teknis sekaligus kesadaran akan pentingnya keselamatan.

“Kami siap dibentuk menjadi operator yang produktif dan efisien di lapangan,” tutur Teuku Hamzah.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, termasuk On Job Training (OJT) di Site CK-BMB Tapin, para operator muda ini akan ditempatkan di wilayah operasional MIFA di Aceh Barat.

Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas perusahaan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja yang kompeten.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar