Cirebon – Sebanyak 60 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Cirebon kini memiliki peluang baru untuk membangun kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan yang diinisiasi oleh BRI Peduli.
Kegiatan yang berlangsung di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon ini difokuskan untuk membekali para mantan pekerja migran dengan keterampilan kewirausahaan yang praktis.
Para peserta mendapatkan pelatihan komprehensif, mulai dari identifikasi peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis, hingga manajemen produksi dan keuangan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi para purna PMI setelah mereka kembali ke tanah air.
Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para peserta mampu mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan dan berdaya saing di daerah masing-masing.
“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Dhanny.
Pemilihan Kabupaten Cirebon sebagai lokasi prioritas didasarkan pada tingginya angka purna PMI di wilayah tersebut yang terus menunjukkan tren peningkatan.
Data menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon masuk dalam lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi mencapai 4,02 persen secara nasional.
Dhanny menambahkan bahwa pemberdayaan ini bertujuan untuk membuka peluang penghidupan yang lebih stabil bagi para purna migran agar tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri.
Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Tanipa, seorang purna PMI asal Desa Bungko Lor yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura.
Menurutnya, materi mengenai literasi keuangan dan strategi pengembangan bisnis yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan.
“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut,” ungkap Tanipa.



















