Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan perombakan besar atau evaluasi mayor terhadap susunan konstituen Indeks KOMPAS100.
Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga relevansi indeks dalam merepresentasikan kinerja harga dari 100 saham yang memiliki tingkat likuiditas tinggi serta kapitalisasi pasar yang besar di pasar modal domestik.
Evaluasi tersebut menghasilkan perubahan komposisi yang cukup signifikan dengan masuknya sembilan emiten baru ke dalam indeks.
Berdasarkan pengumuman resmi otoritas bursa pada Senin (27/7/2026), sembilan saham yang berhasil melantai di Indeks KOMPAS100 adalah BFIN, BIPI, BNBR, COIN, EMAS, GGRM, LSIP, MINA, dan RMKE.
Masuknya deretan saham ini secara otomatis menggeser sembilan emiten yang sebelumnya menjadi bagian dari indeks tersebut.
Adapun emiten yang harus keluar dari daftar konstituen Indeks KOMPAS100 meliputi BREN, BTPS, DSSA, FILM, HMSP, INTP, MTEL, SIDO, serta TCPI.
Perubahan komposisi ini merupakan bagian dari mekanisme rebalancing rutin yang dilakukan berkala oleh BEI bekerja sama dengan Kompas Gramedia Group selaku pengelola indeks.
Seluruh penyesuaian daftar konstituen ini akan mulai berlaku efektif pada 3 Agustus 2026 mendatang bagi seluruh pelaku pasar.
Investor dan pelaku pasar modal diharapkan segera menyesuaikan portofolio mereka mengingat perubahan ini akan berdampak pada bobot serta komposisi saham-saham unggulan dalam indeks tersebut.
Sebagai informasi, Indeks KOMPAS100 merupakan salah satu acuan penting bagi investor dalam memantau dinamika saham-saham berkapitalisasi pasar besar dengan likuiditas yang mumpuni di Bursa Efek Indonesia.
Evaluasi mayor ini menjadi cerminan dari pergerakan pasar saham terkini, di mana kinerja fundamental dan likuiditas perdagangan menjadi faktor penentu utama bagi sebuah emiten untuk dapat bertahan atau masuk dalam indeks.
Daftar terbaru hasil evaluasi ini mencakup beragam sektor, mulai dari sektor keuangan, energi, hingga komoditas, dengan rasio free float yang bervariasi bagi setiap emiten.
Beberapa emiten dengan rasio free float tinggi dalam daftar terbaru ini antara lain WIRG dengan 92,74 persen, GOTO sebesar 70,09 persen, dan KPIG sebesar 66,91 persen.
Sementara itu, emiten lainnya seperti AADI memiliki rasio 18,62 persen, disusul oleh BBCA dengan 42,44 persen, dan PTBA sebesar 32,76 persen.
Secara keseluruhan, pembaruan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pasar modal Indonesia yang dinamis.
Seluruh data mengenai daftar lengkap anggota Indeks KOMPAS100 yang baru ini telah disediakan oleh pihak bursa untuk menjadi referensi bagi para pelaku pasar dalam melakukan analisis investasi ke depan.
Perubahan ini menegaskan komitmen BEI dalam menjaga transparansi dan kredibilitas indeks acuan guna mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif di tanah air.



















