Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, BRPT dan GOTO Terkoreksi

persen

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, BRPT dan GOTO Terkoreksi

Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan dinamika perdagangan yang cukup intensif pada sesi transaksi Selasa, 7 Oktober 2026, dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp36,2 triliun.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut diwarnai oleh gelombang aksi jual dari investor asing yang cukup masif.

Data pasar menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan volume mencapai 6,37 miliar saham.

Secara nilai, aksi lepas saham oleh investor asing tersebut mencapai total Rp871,4 miliar.

Kondisi pasar yang penuh tekanan ini berdampak pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama pada indeks LQ45.

Pergerakan harga saham emiten-emiten besar dipantau melalui rasio keuangan utama, yakni Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

Rasio PER digunakan untuk mengukur perbandingan harga saham terhadap laba bersih per lembar saham yang dihasilkan perusahaan.

Sementara itu, rasio PBV menjadi instrumen untuk membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih per saham perusahaan tersebut.

Dalam jajaran saham yang dipantau, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan performa paling positif dengan penguatan sebesar 1,39%.

Emiten lain yang turut mencatatkan kenaikan adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat tipis sebesar 0,99%.

Namun, sentimen negatif lebih mendominasi pergerakan saham lainnya pada hari yang sama.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mengalami tekanan jual yang mengakibatkan koreksi harga sebesar 2,07%.

Demikian pula dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang terpantau melemah 1,84%.

Di sisi lain, terdapat emiten yang mampu menjaga stabilitas harga di tengah guncangan pasar.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpantau bergerak stagnan sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan jual yang lebih tajam terlihat pada kelompok saham lainnya, di mana PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi emiten dengan penurunan terdalam.

Harga saham BRPT terkoreksi sebesar 3,38% pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.

Sentimen negatif juga menimpa PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mencatatkan pelemahan sebesar 3,23%.

Di tengah tren koreksi tersebut, beberapa emiten masih mampu mencatatkan apresiasi harga meski dalam skala terbatas.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mampu menguat 0,67%, sementara PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan kenaikan 0,74%.

Secara fundamental, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tetap memegang posisi dengan rasio PBV terendah, yakni berada di level 0,35 kali.

Posisi rendah ini menunjukkan valuasi harga saham yang berada di bawah nilai buku aset perusahaan.

Seluruh data performa emiten tersebut dihimpun berdasarkan Pusat Data Kontan dan RTI yang mencatat pergerakan harga hingga penutupan sesi 7 Oktober 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar