Asing Lepas Saham Jumbo Rp 871 Miliar, Cermati Daftar Jualnya

Kholida Rahman

Asing Lepas Saham Jumbo Rp 871 Miliar, Cermati Daftar Jualnya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu (7/10/2026).

Laju indeks terpaksa terhenti setelah sempat mencatatkan reli positif selama tiga hari berturut-turut.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG ditutup melemah sebesar 0,76% ke posisi 6.146,72.

Pergerakan indeks sepanjang hari didominasi oleh sentimen negatif yang menekan pasar ke zona merah.

IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 6.136 sebelum akhirnya ditutup pada level 6.146,72.

Sementara itu, level tertinggi yang sempat dicapai indeks berada pada angka 6.214.

Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 48,41 miliar lembar saham.

Nilai transaksi harian di pasar modal domestik tercatat cukup besar, yakni menyentuh Rp36,20 triliun.

Kondisi pasar yang lesu tercermin dari mayoritas saham yang mengalami penurunan harga.

Sebanyak 378 saham dilaporkan ditutup melemah dan menjadi pemberat utama pergerakan indeks.

Di sisi lain, hanya 258 saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan mencatatkan penguatan.

Sementara itu, 157 saham lainnya berakhir stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.

Koreksi tajam pada IHSG ini turut dipicu oleh aksi lepas muatan yang masif dari investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp871,36 miliar di seluruh pasar.

Aksi jual oleh investor asing ini menambah tekanan pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps.

Dominasi investor asing dalam melakukan aksi jual terlihat pada sepuluh emiten dengan nilai transaksi terbesar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai mencapai Rp299,69 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai net sell sebesar Rp154,91 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga melepas saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) senilai Rp30,74 miliar.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut mencatatkan net sell sebesar Rp28,08 miliar.

Di urutan kelima, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas asing dengan nilai Rp27,67 miliar.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menyusul dengan nilai jual bersih sebesar Rp27,39 miliar.

Investor asing juga terpantau mengurangi kepemilikan di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp26,28 miliar.

Berikutnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp22,35 miliar.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan net sell sebesar Rp18,43 miliar.

Posisi kesepuluh ditempati oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan nilai Rp17,77 miliar.

Besarnya aliran dana keluar dari pasar saham Indonesia mengindikasikan adanya aksi ambil untung oleh investor mancanegara.

Kondisi ini terjadi setelah pasar sempat mencatatkan penguatan selama beberapa hari terakhir.

Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati dinamika ekonomi global yang memengaruhi arus modal asing di pasar domestik.

Aksi jual bersih asing yang mencapai Rp4,32 triliun dalam sepekan terakhir menjadi perhatian utama bagi para analis pasar modal.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar