Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Selasa (28/7/2026) setelah mengalami tekanan jual selama empat sesi berturut-turut.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks ditutup melemah sebesar 0,17% atau terkoreksi 10,64 poin menuju level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7/2026).
Sepanjang hari perdagangan tersebut, pergerakan indeks terpantau fluktuatif dengan bergerak pada rentang level 6.144 hingga 6.219.
Aktivitas perdagangan di pasar modal domestik tercatat cukup aktif dengan total volume mencapai 27,77 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai angka Rp 12,17 triliun.
Sentimen negatif mendominasi pasar dengan jumlah saham yang melemah mencapai 341 emiten.
Di sisi lain, terdapat 307 saham yang mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan indeks.
Sebanyak 147 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Tekanan pada IHSG dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing.
Data perdagangan mencatat investor asing melakukan net sell jumbo dengan nilai mencapai Rp 820,67 miliar di seluruh pasar.
Meskipun terjadi aksi jual masif secara keseluruhan, investor asing masih menunjukkan minat pada sejumlah saham tertentu.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan Senin (27/7/2026):
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai beli bersih tertinggi sebesar Rp 96,17 miliar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan net buy sebesar Rp 57,6 miliar.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 15,22 miliar.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp 14,11 miliar.
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencatatkan net buy sebesar Rp 10,3 miliar.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 10,24 miliar.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan net buy sebesar Rp 9,94 miliar.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 9,74 miliar.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan net buy sebesar Rp 9,44 miliar.
PT Timah Tbk (TINS) menutup daftar 10 saham dengan net buy sebesar Rp 5,22 miliar.
Kondisi pasar yang masih berada dalam fase koreksi ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam merespons dinamika ekonomi terkini.
Aksi jual asing yang signifikan menjadi indikator utama pelemahan IHSG dalam empat hari beruntun.
Namun, akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor tertentu tetap berlangsung di tengah sentimen negatif.
Para pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan moneter dan rilis data kinerja keuangan emiten yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.
Hingga penutupan perdagangan kemarin, dominasi jumlah saham yang melemah dibandingkan yang menguat menegaskan tren tekanan jual yang masih kuat di lantai bursa.














