Jakarta – Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Adrian Wicaksono, melakukan aksi borong saham perusahaan tambang emas tersebut di pasar reguler dengan total nilai investasi mencapai Rp 196 juta.
Langkah strategis ini dilakukan Adrian pada Kamis, 2 Juli 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Adrian tercatat membeli sebanyak 400.000 lembar saham BRMS.
Pembelian tersebut dieksekusi pada level harga Rp 490 per saham.
Aksi korporasi ini menambah porsi kepemilikan saham Adrian secara signifikan dalam perusahaan.
Sebelum transaksi dilakukan, Adrian tercatat memiliki 810.000 lembar saham.
Setelah penambahan tersebut, jumlah kepemilikan sahamnya kini meningkat menjadi 1,21 juta lembar saham.
Adrian menegaskan bahwa motivasi utama di balik pembelian saham tersebut murni untuk tujuan investasi jangka panjang.
Dikutip dari keterbukaan informasi, Adrian menyatakan bahwa transaksi tersebut dilakukan sebagai langkah investasi pribadi.
Meskipun terjadi penambahan jumlah saham, persentase kepemilikan Adrian di BRMS masih berada di bawah angka 1 persen dari total saham yang beredar.
Oleh karena itu, aksi beli ini dipastikan tidak akan mengubah struktur pengendalian atau posisi manajerial dalam perusahaan.
Pada saat transaksi dilakukan di tanggal 2 Juli 2026, saham BRMS sempat ditutup menguat 1,68 persen ke level Rp 490 per lembar.
Pergerakan harga saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini cukup fluktuatif sepanjang hari tersebut.
Data perdagangan mencatat harga saham BRMS bergerak di rentang harga Rp 482 hingga Rp 520 per lembar.
Tren penguatan saham berlanjut pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
Harga saham BRMS ditutup naik sebesar 2,89 persen ke posisi Rp 498 per saham.
Kendati mengalami kenaikan dalam jangka pendek, performa saham perusahaan sepanjang tahun berjalan atau year-to-date masih berada dalam tekanan.
Tercatat, harga saham BRMS telah mengalami koreksi sebesar 54,73 persen dibandingkan awal tahun.
Aksi beli yang dilakukan oleh jajaran direksi sering kali dipandang oleh pelaku pasar sebagai bentuk kepercayaan internal terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.
Investasi ini menjadi sinyal positif di tengah fluktuasi harga komoditas emas yang memengaruhi kinerja perusahaan tambang.
Perusahaan terus berupaya menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasar modal yang menantang.
Investor ritel maupun institusi kini terus memantau pergerakan saham BRMS untuk melihat apakah tren penguatan akan berlanjut di pekan-pekan mendatang.
Manajemen BRMS sendiri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rencana ekspansi atau proyek strategis yang mungkin mendasari optimisme para direksi terhadap saham perusahaan.























