ESDM Targetkan 173 Ribu Pelanggan Baru Listrik pada 2026

persen

esdm-bidik-173.853-pelanggan-baru-lewat-program-listrik-desa-dan-bpbl
ESDM Bidik 173.853 Pelanggan Baru Lewat Program Listrik Desa dan BPBL

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan anggaran sebesar Rp10,3 triliun untuk mengakselerasi pemerataan akses listrik di seluruh pelosok Indonesia pada 2026. Dana tersebut akan difokuskan pada program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna menjangkau 2.065 lokasi baru.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6), pemerintah memproyeksikan penambahan 173.853 pelanggan baru melalui program tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target tahun 2025 yang menyasar 1.285 lokasi dengan 77.616 calon pelanggan.

“Target tahun 2026 meningkat menjadi 2.065 lokasi atau naik 40 lokasi dengan potensi calon pelanggan sebesar 173.853,” ujar perwakilan Kementerian ESDM, Tri.

Tri menjelaskan bahwa alokasi anggaran Rp10,3 triliun tersebut terdiri dari dana rupiah murni reguler sebesar Rp994 miliar dan dukungan anggaran tambahan mencapai Rp9,3 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan nasional periode 2025-2029 untuk menuntaskan rasio elektrifikasi secara berkelanjutan.

Pemerintah telah merancang empat strategi teknis untuk merealisasikan target tersebut, yakni perluasan jaringan (grid), pengembangan mini-grid, pemanfaatan PLTS individual berbasis baterai, serta program bantuan pasang baru listrik.

Meski demikian, pemerintah mengakui adanya tantangan geografis yang cukup berat. Tri menyebutkan bahwa mayoritas lokasi pembangunan infrastruktur listrik berada di wilayah timur, daerah terdepan, dan terluar.

“Kami perlu informasikan terkait dengan tantangan yang kami hadapi, yaitu lokasi pembangunan Lisdes ini berada pada wilayah timur, terdepan dan terluar, di mana penyelesaian pembangunan program Lisdes membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang,” ungkapnya.

Setelah 2026, pemerintah telah menyusun target lanjutan dalam peta jalan tersebut. Pada 2027, jangkauan program ditargetkan mencapai 2.759 lokasi dengan 215.108 pelanggan. Sementara untuk tahun 2028 dan 2029, pemerintah menargetkan masing-masing 1.735 lokasi dan 1.942 lokasi.

Rekomendasi