Kualitas Udara Bandung Memburuk, Warga Diimbau Kembali Kenakan Masker

persen

Bandung – Kualitas udara di wilayah Bandung, Jawa Barat, tercatat sebagai yang terburuk di Indonesia pada Selasa (23/6) pagi. Berdasarkan data pemantauan dari situs IQAir per pukul 07.08 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di kota tersebut menembus angka 158, yang mengategorikan udara dalam kondisi tidak sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tingkat polusi yang tinggi ini menempatkan Bandung di posisi puncak kota dengan kualitas udara paling buruk di tingkat nasional. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Paparan polusi pada level ini berpotensi memicu gangguan kesehatan yang signifikan jika masyarakat tidak segera melakukan langkah mitigasi.

Selain Bandung, wilayah Tangerang Selatan juga mencatatkan angka AQI sebesar 156, yang masuk dalam kategori tidak sehat. Sementara itu, Jakarta dan Tangerang berada di posisi ketiga dan keempat dengan skor AQI masing-masing 132, yang dikategorikan sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kota Jambi melengkapi daftar lima wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada pagi hari yang sama, dengan indeks 82 yang masuk dalam kategori sedang.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak IQAir secara tegas menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan guna meminimalisir paparan polutan. Imbauan serupa juga kerap disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menekankan pentingnya penggunaan masker bagi masyarakat yang harus beraktivitas di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Di sisi lain, beberapa wilayah di Indonesia justru menikmati kualitas udara yang jauh lebih bersih. Surabaya, Jawa Timur, mencatatkan diri sebagai kota dengan kualitas udara paling sehat di tanah air dengan skor AQI 28, disusul oleh Pontianak, Kalimantan Barat, dengan skor 42. Keduanya masuk ke dalam kategori kualitas udara yang baik.

Secara global, perbandingan kualitas udara menunjukkan disparitas yang cukup lebar. Kota-kota seperti Delhi di India, Kolkata di India, Lahore di Pakistan, Kampala di Uganda, dan Kinshasa di Republik Demokratik Kongo menempati urutan teratas sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia, dengan skor AQI berkisar antara 154 hingga 172. Sebaliknya, Auckland di Selandia Baru serta Kobe, Kyoto, dan Osaka di Jepang menjadi kota dengan kualitas udara terbaik di dunia, dengan skor AQI yang sangat rendah di kisaran 10 hingga 11.

Pemahaman Indeks Kualitas Udara

Indeks AQI merupakan instrumen pengukuran konsentrasi polutan udara yang mencakup enam parameter utama, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Angka AQI pada suatu waktu ditentukan oleh polutan dengan konsentrasi paling berisiko. Skala AQI sendiri terbagi dalam rentang 0 hingga 500, dengan klasifikasi mulai dari kategori baik (0-50), sedang (51-100), hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif (101-150). Kondisi udara yang melampaui angka 150 dikategorikan sebagai tidak sehat, sangat tidak sehat (200-299), hingga berbahaya (300-500), yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi populasi secara luas.

Rekomendasi