Gelar RUPSLB, Resource Alam (KKGI) Ganti Dirut dan Bagikan Dividen

Ikhwan Setiawan

Gelar RUPSLB, Resource Alam (KKGI) Ganti Dirut dan Bagikan Dividen

Jakarta – PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) resmi melakukan perombakan besar pada jajaran direksinya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Selasa, 15 September 2026.

Langkah korporasi ini diikuti dengan keputusan strategis berupa pembagian dividen tunai senilai Rp 97,47 miliar bagi para pemegang saham.

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (17/9/2026), perusahaan menerima pengunduran diri tiga petinggi sekaligus.

Pintarso Adijanto resmi melepas jabatannya sebagai Direktur Utama.

Selain itu, Winanto dan Eddy juga memutuskan mundur dari posisi Direktur.

Ketiga pejabat tersebut efektif mengakhiri masa tugasnya tepat setelah RUPSLB ditutup.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge.

Persetujuan ini mencakup tindakan pengurusan yang telah dijalankan sejak 1 Januari 2026 hingga penutupan rapat, dengan syarat tindakan tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan.

Sebagai langkah suksesi, perusahaan menunjuk Wimpi Salim untuk menduduki kursi Direktur Utama.

Wimpi sebelumnya merupakan bagian dari jajaran direksi yang kini naik jabatan.

Perseroan juga mengangkat Lucky Ciptadi Wibowo sebagai anggota direksi yang baru.

Dengan perubahan tersebut, formasi Direksi KKGI kini terdiri dari Wimpi Salim selaku Direktur Utama, didampingi oleh Tan Ying Mei, Agoes Soegiarto Soeparman, dan Lucky Ciptadi Wibowo sebagai Direktur.

Sementara itu, struktur Dewan Komisaris tetap tidak mengalami perubahan.

Hendro Martowardojo masih menjabat sebagai Komisaris Utama.

Suparno Adijanto, Wonchil Yu, Ge Luiyanto Yamin, serta Darma Putra Wati tetap menduduki posisi komisaris.

Masa jabatan pengurus baru ini berlaku hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tahun 2027 mendatang.

Selain suksesi manajemen, RUPSLB juga mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 97,47 miliar.

Dana tersebut bersumber dari saldo laba ditahan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Nilai dividen ini setara dengan Rp 20 per lembar saham.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, recording date untuk daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen jatuh pada 25 September 2026.

Untuk pasar reguler dan negosiasi, cum dividen ditetapkan pada 23 September 2026, sedangkan ex dividen pada 24 September 2026.

Di pasar tunai, cum dividen jatuh pada 25 September 2026 dan ex dividen pada 28 September 2026.

Pembayaran dividen secara tunai dijadwalkan akan dilakukan kepada pemegang saham pada 15 Oktober 2026.

Sisa saldo laba ditahan setelah pembagian dividen akan dibukukan kembali sebagai laba ditahan perseroan.

Seluruh keputusan ini disetujui secara bulat oleh pemegang saham yang hadir.

Tingkat kehadiran dalam rapat tersebut mencapai 3,84 miliar saham, atau setara dengan 78,84% dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan setelah dikurangi saham treasuri.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar