IHSG Melemah Enam Hari, Simak Saham yang Dilepas Asing

Kholida Rahman

IHSG Melemah Enam Hari, Simak Saham yang Dilepas Asing

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Rabu (16/9/2026) dengan mencatatkan pelemahan selama enam hari berturut-turut.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks ditutup melemah 24,30 poin atau setara 0,38% ke posisi 6.436,85.

Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi pemicu utama tekanan pada pasar modal domestik.

Sepanjang perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 624,72 miliar di seluruh pasar.

Tekanan jual ini menyasar sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps yang menjadi penggerak utama indeks.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memuncaki daftar saham dengan net sell asing terbesar, yakni mencapai Rp 238,36 miliar.

Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai penjualan asing sebesar Rp 101,96 miliar.

Saham perbankan lainnya seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp 57,91 miliar.

Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) senilai Rp 50,4 miliar dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 40,52 miliar.

Koreksi IHSG kali ini diperparah oleh sentimen negatif dari mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona pelemahan.

Sektor IDX Infrastruktur mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 1,39%.

Sektor IDX Teknologi menyusul dengan pelemahan 1,13% dan sektor IDX Barang Konsumer Non-Primer turun 1,12%.

Kondisi serupa dialami sektor IDX Properti dan Real Estate yang terkoreksi 0,78%.

Sektor IDX Energi melemah 0,62%, sektor IDX Keuangan turun 0,42%, dan sektor IDX Kesehatan terkoreksi 0,24%.

Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau di tengah sentimen pasar yang lesu.

Sektor IDX Perindustrian berhasil menguat 0,91% dan sektor IDX Barang Konsumer Primer naik tipis 0,11%.

Para pelaku pasar kini tengah menakar dampak kenaikan suku bunga The Federal Reserve terhadap pergerakan IHSG ke depan.

Selain kebijakan moneter Amerika Serikat, kenaikan harga minyak global juga menjadi perhatian utama investor.

Dua faktor eksternal tersebut dinilai berpotensi meningkatkan tekanan pada aset berisiko, termasuk saham di pasar domestik.

Meski indeks tertekan, aktivitas perdagangan di BEI mencatatkan volume sebesar 24,43 miliar saham.

Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 12,12 triliun dengan 439 saham mengalami penguatan.

Sementara itu, sebanyak 201 saham terpantau melemah dan 151 saham lainnya bergerak stagnan.

Para analis memproyeksikan IHSG akan tetap berada dalam tekanan jangka pendek, terutama jika suku bunga The Fed benar-benar dinaikkan sesuai ekspektasi pasar.

Situasi ini menuntut kehati-hatian investor dalam menyusun portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global dan aksi jual asing yang masih masif.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar