Luna Maya dan Marianne Turun Tangan Bantu Korban Bencana Alam

persen

Luna Maya dan Marianne Turun Tangan Bantu Korban Bencana Alam

Jakarta – Sejumlah figur publik di Indonesia mulai mengalihkan perhatian dan sumber daya mereka untuk mengatasi tantangan lingkungan hidup yang kian mendesak di tengah maraknya bencana alam.

Langkah ini diwujudkan melalui berbagai metode, mulai dari penanaman modal pada perusahaan rintisan di sektor pengelolaan limbah hingga keterlibatan aktif dalam forum edukasi publik.

Aktris sekaligus Co-founder TS Media, Luna Maya, tercatat menjadi salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam upaya mitigasi dampak lingkungan.

Luna menyatakan keterlibatannya dengan memberikan dukungan finansial kepada Waste4Change, sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada manajemen sampah berkelanjutan.

“Salah satunya adalah kita investasi di Waste4Change. Aku datang di acara seperti ini, tidak lelah untuk mengedukasi. Ayo berubah,” ujar Luna saat ditemui di Jakarta, Rabu (16/9), sebagaimana dikutip dari laman Katadata SAFE 2026.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Setiap warga negara, lanjut Luna, memiliki peran krusial untuk memahami akar permasalahan lingkungan dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing individu.

Luna memandang bahwa kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menghentikan degradasi lingkungan yang memicu berbagai bencana.

“Semua orang punya level tanggung jawab yang sama. Kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana kita bisa menghentikan,” tegasnya.

Keputusan Luna untuk menjadi investor di Waste4Change sejak Februari 2023 didorong oleh kegelisahan pribadi terhadap volume sampah di Indonesia.

Awalnya, ia hanya menggunakan jasa pengelolaan sampah dari perusahaan tersebut untuk kebutuhan rumah tangganya sendiri.

Pengalaman tersebut menumbuhkan minatnya untuk mendukung ekosistem pengelolaan sampah yang lebih profesional dan terukur.

Waste4Change sendiri dikenal sebagai penyedia layanan pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari penjemputan dari rumah, pemilahan, hingga proses daur ulang.

Di sisi lain, CEO TS Media, Marianne Rumantir, menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memberikan bantuan saat terjadi bencana alam.

Marianne menekankan bahwa bantuan tidak harus selalu dalam bentuk fisik di lapangan, melainkan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.

“When we can help, sure we try to help. Tapi at the same time kita masing-masing semua punya kewajiban hidup dan tanggung jawab,” ujar Marianne dalam pernyataan yang dirilis Katadata SAFE 2026.

Ia menambahkan bahwa bagi mereka yang tidak memiliki waktu untuk terjun langsung, donasi finansial menjadi alternatif yang sangat membantu percepatan penanganan bencana.

Selain itu, penggunaan pengaruh suara di ruang publik juga dianggap sebagai instrumen penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif.

“A lot of us should also use our voices,” kata Marianne.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesejahteraan diri di tengah situasi penuh tekanan melalui gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan menjaga asupan nutrisi.

Kombinasi antara aksi konkret di bidang investasi hijau dan partisipasi aktif dalam edukasi publik ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat yang lebih luas.

Upaya yang dilakukan para figur publik ini menjadi refleksi bahwa setiap individu memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mitigasi krisis lingkungan.

Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan hidup di masa depan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat umum.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar