Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau tidak mengalami pergerakan pada perdagangan hari ini, Minggu (19/7/2026).
Nilai jual logam mulia tersebut tetap bertahan di angka Rp 2.614.000 per gram.
Angka ini selaras dengan posisi harga pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Sabtu (18/7/2026).
Ketidakstabilan harga juga terjadi pada layanan buyback atau pembelian kembali emas oleh pihak produsen.
Harga buyback emas Antam saat ini dipatok di level Rp 2.349.000 per gram.
Nilai tersebut mencerminkan posisi yang sama persis dengan harga pada Sabtu (18/7/2026).
Stagnasi harga ini terjadi di tengah dinamika pasar investasi yang sedang menyoroti produk surat berharga negara.
Sebagaimana dicatat dalam informasi pasar, minat investor ritel terhadap instrumen investasi lain, yakni ORI030, sedang mengalami peningkatan signifikan.
Tingginya permintaan tersebut bahkan mendorong otoritas terkait untuk menambah kuota penerbitan ORI030 hingga menyentuh angka Rp 30 triliun.
Situasi ini memberikan opsi diversifikasi bagi masyarakat di tengah kondisi harga emas yang sedang tertahan.
Bagi calon investor yang ingin melakukan transaksi emas di Logam Mulia, terdapat rincian harga untuk berbagai pecahan berat.
Harga emas pecahan 0,5 gram saat ini dijual sebesar Rp 1.357.500.
Untuk pecahan 5 gram, harga yang ditetapkan adalah Rp 12.845.000.
Sementara itu, pecahan 10 gram ditawarkan dengan harga Rp 25.635.000.
Pecahan lebih besar seperti 25 gram dipatok senilai Rp 63.962.000.
Untuk kebutuhan investasi berskala besar, pecahan 50 gram mencapai Rp 127.845.000.
Pecahan 100 gram berada pada angka Rp 255.612.000.
Pecahan 250 gram dijual dengan harga Rp 638.765.000.
Pecahan 500 gram dibanderol seharga Rp 1.277.320.000.
Terakhir, untuk pecahan terbesar yaitu 1.000 gram atau satu kilogram, harganya mencapai Rp 2.554.600.000.
Perlu diperhatikan bahwa seluruh harga yang tertera belum termasuk beban pajak yang berlaku.
Pihak Logam Mulia Antam menjelaskan bahwa harga per gram emas dipengaruhi oleh ukuran berat batangannya.
Menurut keterangan Logam Mulia Antam, terdapat biaya tambahan untuk proses pencetakan pada ukuran batang yang lebih kecil.
Hal ini menyebabkan harga per gram untuk emas batangan kecil cenderung lebih tinggi dibandingkan batang berukuran besar.
Standar harga yang dijadikan acuan oleh para pelaku bisnis emas biasanya merujuk pada harga per gram dari batang 1 kilogram.
Struktur harga ini merupakan kebijakan standar perusahaan dalam mengelola biaya produksi dan distribusi logam mulia di pasar domestik.
Para investor disarankan untuk memantau perubahan harga secara berkala sebelum mengambil keputusan transaksi.
Ketahanan harga di akhir pekan ini memberikan kepastian bagi pemegang aset emas untuk menentukan strategi portofolio mereka.





















