Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif sepanjang pekan lalu dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Data perdagangan mencatat indeks ditutup pada level 6.175,54 pada Jumat (17/7/2026).
Angka tersebut mencerminkan penguatan harian sebesar 1,10 persen.
Secara akumulatif, indeks domestik ini berhasil membukukan kenaikan mingguan sebesar 4,06 persen.
Dominasi aksi beli oleh investor menjadi faktor utama yang mendorong penguatan indeks tersebut.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal.
“Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,10% ke 6.175,54 atau menguat 4,06% secara mingguan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi, Minggu (19/7/2026).
Menatap perdagangan awal pekan, pelaku pasar diprediksi akan tetap mempertahankan optimisme meski dengan gerak yang lebih terbatas.
Herditya menambahkan bahwa indeks kemungkinan akan bergerak dengan level support di 5.987 dan resistance di 6.268.
Beberapa katalis utama yang diamati meliputi rilis laporan keuangan emiten periode semester I-2026.
Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, turut menjadi perhatian.
Pergerakan harga komoditas global juga dipandang sebagai salah satu motor penggerak indeks.
“Pergerakan harga komoditas dunia, terutama dari sektor energi seperti minyak, CPO, serta batubara yang cenderung menguat diharapkan menjadi katalis positif,” jelas Herditya.
Di sisi lain, volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap menjadi variabel krusial yang diawasi investor.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mencatat penguatan serupa pada mata uang Garuda.
Rupiah dilaporkan menguat sekitar 0,8 persen secara mingguan ke level Rp17.921 per dolar AS.
Secara teknikal, Alrich melihat adanya momentum positif dari pola pergerakan grafik mingguan.
“Berdasarkan weekly chart, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Histogram MACD negatif menyempit dan berpotensi membentuk golden cross,” papar Alrich.
Indeks diproyeksikan memiliki peluang untuk menguji level resistance di rentang 6.225 hingga 6.280 pada pekan ini.
Menanggapi dinamika tersebut, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan pentingnya kehati-hatian.
Ia menyarankan investor untuk tetap selektif dalam menyusun portofolio investasi.
Nafan merekomendasikan fokus pada saham-saham dengan fundamental solid dan valuasi yang menarik.
“Fokus pada saham yang menunjukkan arah pembalikan tren dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” kata Nafan.
Secara teknikal, ia memetakan support indeks berada di 6.137 dan 6.012, dengan resistance di 6.261 dan 6.416.
Sementara itu, Herditya memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati, yakni ADRO, ESSA, dan ITMG.
Investor diharapkan tetap memantau perkembangan pasar secara rutin untuk memitigasi risiko investasi.






















