Jakarta – Tren penguatan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali berlanjut pada perdagangan hari ini, Sabtu (25/7/2026).
Nilai jual emas Antam mencatatkan kenaikan signifikan di pasar domestik.
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas pecahan satu gram kini dipatok pada angka Rp2.612.000.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp7.000 dibandingkan harga penutupan pada Jumat (24/7/2026) yang berada di posisi Rp2.605.000 per gram.
Kenaikan harga jual ini juga diikuti oleh penyesuaian pada harga beli kembali atau buyback.
Pihak Logam Mulia mencatat harga buyback saat ini berada di level Rp2.352.000 per gram.
Nilai tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp7.000 dari posisi harga sebelumnya di angka Rp2.345.000 per gram.
Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar emas yang masih cukup fluktuatif di akhir pekan.
Para investor emas batangan kini perlu mencermati daftar harga terbaru untuk berbagai pecahan berat yang tersedia.
Harga untuk pecahan 0,5 gram saat ini dijual seharga Rp1.356.000.
Untuk pecahan 5 gram, harga yang ditetapkan adalah Rp12.835.000.
Sementara itu, pecahan 10 gram dipatok senilai Rp25.615.000.
Bagi investor yang melirik pecahan lebih besar, harga 25 gram tercatat sebesar Rp63.912.000.
Pecahan 50 gram kini dijual dengan harga Rp127.745.000.
Selanjutnya, pecahan 100 gram berada pada level harga Rp255.412.000.
Untuk kebutuhan investasi skala besar, pecahan 250 gram dijual di angka Rp638.265.000.
Pecahan 500 gram dibanderol senilai Rp1.276.320.000.
Pecahan terbesar yakni 1.000 gram atau satu kilogram kini mencapai harga Rp2.552.600.000.
Penting untuk dipahami bahwa harga-harga tersebut belum termasuk perhitungan pajak yang berlaku.
Logam Mulia menjelaskan bahwa perusahaan menjual emas dan perak batangan dalam berbagai ukuran berat.
Perbedaan harga per gram pada setiap pecahan dipengaruhi oleh biaya cetak yang berbeda.
Secara umum, harga per gram pada emas batangan berukuran kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan emas batangan berukuran besar.
Kondisi tersebut terjadi karena adanya beban biaya tambahan dalam proses pencetakan fisik emas.
Harga per gram emas batang 1 kilogram sering kali menjadi acuan utama bagi para pelaku bisnis emas di Indonesia.
Fluktuasi harga global serta sentimen ekonomi makro turut memengaruhi kebijakan penetapan harga harian oleh perusahaan.
Masyarakat yang berminat melakukan transaksi pembelian atau penjualan kembali disarankan untuk memantau pembaruan data secara berkala melalui kanal resmi penyedia layanan emas tersebut.





















