Jakarta – Tren kenaikan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali berlanjut pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026.
Logam mulia tersebut mencatatkan apresiasi harga di tengah dinamika pasar komoditas global.
Berdasarkan data yang dirilis melalui laman resmi Logam Mulia, emas Antam pecahan satu gram kini dibanderol di angka Rp 2.622.000.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp 10.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya, Minggu (26/7/2026), yang berada di posisi Rp 2.612.000 per gram.
Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penguatan yang signifikan.
Nilai buyback tercatat berada di level Rp 2.370.000 per gram.
Harga ini mengalami lonjakan sebesar Rp 18.000 dibandingkan harga pada Minggu (26/7/2026) yang hanya menyentuh angka Rp 2.352.000 per gram.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian para pelaku pasar yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Pihak Logam Mulia menjelaskan bahwa harga yang dipublikasikan merupakan harga dasar dan belum termasuk pajak yang berlaku.
Selain itu, terdapat perbedaan harga per gram pada setiap pecahan emas yang dijual.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh biaya cetak yang dibebankan pada setiap batang emas.
Secara teknis, harga per gram untuk emas dengan bobot lebih kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan emas batangan berbobot besar.
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan per Senin, 27 Juli 2026:
Pecahan 0,5 gram dijual dengan harga Rp 1.361.000.
Pecahan 1 gram dipatok sebesar Rp 2.622.000.
Pecahan 5 gram dihargai Rp 12.885.000.
Pecahan 10 gram dijual seharga Rp 25.715.000.
Pecahan 25 gram mencapai Rp 64.162.000.
Pecahan 50 gram dibanderol Rp 128.245.000.
Pecahan 100 gram berada di angka Rp 256.412.000.
Pecahan 250 gram dijual dengan harga Rp 640.765.000.
Pecahan 500 gram mencapai Rp 1.281.320.000.
Pecahan 1.000 gram atau satu kilogram dipatok senilai Rp 2.562.600.000.
Sesuai penjelasan dari Logam Mulia, harga per gram untuk emas batangan satu kilogram sering dijadikan acuan utama oleh para pebisnis emas.
Fluktuasi harga emas domestik ini kerap dipengaruhi oleh pergerakan harga emas di pasar internasional.
Selain itu, kondisi ekonomi makro dan sentimen pasar global turut memberikan dampak terhadap daya tarik logam mulia sebagai aset investasi yang aman.
Para investor disarankan untuk terus memantau pembaruan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi.
Perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar terkini.
Masyarakat yang ingin bertransaksi dapat merujuk langsung pada kanal resmi terkait untuk mendapatkan informasi harga terbaru yang telah disesuaikan dengan regulasi perpajakan yang berlaku saat ini.



















