Jakarta – Rencana perpanjangan jalur MRT Jakarta hingga ke Serpong dipastikan belum akan memasuki tahap konstruksi dalam waktu dekat. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam fase studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menegaskan bahwa hasil kajian tersebut menjadi penentu langkah strategis berikutnya. Setelah studi kelayakan selesai, proyek ini masih harus menempuh serangkaian proses panjang, mulai dari pembahasan kelembagaan, penyusunan skema pendanaan, hingga penyusunan desain teknis rinci atau Detail Engineering Design (DED).
“Hasil kajiannya akhir tahun baru selesai. Abis kajian masih banyak, kelembagaan, finansial, baru pen-detailan, detail engineering design,” ujar Tuhiyat saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (21/6).
Proyek yang digarap melalui kolaborasi antara MRT Jakarta dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) ini bertujuan menyediakan alternatif transportasi massal bagi masyarakat di koridor Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan. Wilayah tersebut selama ini dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi akibat tingginya mobilitas warga yang masih mengandalkan kendaraan pribadi.
Pemerintah sendiri menyambut positif inisiatif ini. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, sebelumnya menyatakan bahwa pengembangan rute ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah penyangga Jakarta.
Kajian komprehensif yang mencakup trase, teknologi, hingga skema pembiayaan ini sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2025 melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Selain fokus pada rute Lebak Bulus-Serpong, pemerintah saat ini juga tengah memacu percepatan proyek transportasi berbasis rel lainnya, seperti MRT fase 2 rute Bundaran HI-Kota serta proyek MRT East-West rute Balaraja-Cikarang.























