IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.360, Simak Rekomendasi Saham Rabu Ini

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026), menyusul keberhasilan indeks menembus level psikologis 6.200 pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026). Sebelumnya, IHSG mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 4,12% atau bertambah 247 poin, ditutup di level 6.254,96.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa pembentukan pola pemulihan berbentuk V atau V-shape recovery menjadi sinyal positif bagi pergerakan pasar ke depan. Momentum ini didukung oleh sentimen pasar yang mulai membaik serta tekanan jual dari investor asing yang menunjukkan tren melandai. Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di level 6.071 hingga 5.931, dengan target resistance pada kisaran 6.300 hingga 6.360.

Sentimen makroekonomi domestik dan global turut menjadi katalis utama optimisme pasar. Pelaku pasar saat ini fokus mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50%. Keputusan serupa juga diantisipasi dari pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, pekan depan. Stabilitas suku bunga ini diharapkan mampu menjaga nilai tukar rupiah dan meningkatkan gairah investasi di pasar modal Indonesia.

Faktor eksternal lainnya yang memberikan sentimen positif adalah potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik yang lebih kondusif tersebut mendorong penurunan harga minyak dunia, yang secara langsung berdampak pada penekanan laju inflasi serta penguatan fiskal pemerintah. Kondisi makro yang stabil ini memberikan ruang bagi IHSG untuk mempertahankan tren kenaikan dalam jangka pendek.

Senada dengan pandangan tersebut, pendiri WH-Project, William Hartanto, melihat keberhasilan IHSG menembus level 6.200 sebagai konfirmasi kuat adanya pembalikan arah atau reversal. William memproyeksikan IHSG pada perdagangan mendatang akan berada di rentang 6.188 hingga 6.400. Ia merekomendasikan investor untuk mengakumulasi saham IMPC dengan target harga Rp 1.900 hingga Rp 2.000, serta TPIA di kisaran harga Rp 2.300 hingga Rp 2.400 per saham.

Sementara itu, Reza Diofanda merekomendasikan beberapa emiten untuk dicermati investor. Untuk saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), direkomendasikan buy pada rentang harga Rp 4.400 hingga Rp 4.500 dengan target harga Rp 4.610 hingga Rp 4.720 dan stop loss di bawah Rp 4.300. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) disarankan buy di harga Rp 2.650 hingga Rp 2.700 dengan target Rp 2.850 hingga Rp 2.940 serta stop loss di bawah Rp 2.550. Terakhir, saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) direkomendasikan buy pada level Rp 270 hingga Rp 276, dengan target harga Rp 284 hingga Rp 300 dan stop loss di bawah Rp 265.

Rekomendasi