JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan 1-5 Desember 2025 dengan kinerja cemerlang, mencatat penguatan signifikan yang didorong oleh aliran modal asing yang deras dan lonjakan sejumlah saham unggulan. Pasar modal Indonesia menarik net buy asing hingga triliunan rupiah, menandakan kepercayaan investor.
IHSG perkasa dengan kenaikan 1,46% menjadi 8.632,76 pada penutupan Jumat (5/12/2025), dari posisi 8.508,70 pada pekan sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan mayoritas data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menunjukkan tren positif.
Investor asing secara konsisten membanjiri pasar saham Indonesia. Pekan ini, net buy asing mencapai Rp2,48 triliun, melanjutkan tren positif dari pekan sebelumnya (24-28 November 2025) yang juga mencatatkan net buy sebesar Rp992,41 miliar.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar BEI turut menguat 1,39% menjadi Rp15.844 triliun, dibandingkan Rp15.626 triliun sepekan sebelumnya. Kenaikan tertinggi juga terlihat pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang naik 2,13% menjadi 2,66 juta kali transaksi.
Sejumlah emiten menjadi lokomotif penggerak IHSG dan masuk dalam daftar “top leaders” pekan ini, dengan mencatatkan persentase penguatan yang fantastis.
Saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) melonjak 38,8% dalam sepekan. Diikuti oleh PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang meroket 60,08%, serta PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) yang menguat 5,41%.
Daftar pemimpin penguatan saham lainnya termasuk PT Impack Pratama Industries Tbk. (IMPC) naik 20,32%, PT United Tractors Tbk. (UNTR) melesat 10,18%, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) naik 31,05%, dan PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 2,29%.
Tak ketinggalan, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mencatatkan kenaikan 1,45%, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melonjak 22,34%, dan PT Capital Finance Indonesia Tbk. (CASA) naik 8,33%.
Namun, rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini mengalami sedikit penurunan 8,12% menjadi 46,39 miliar lembar saham. Demikian pula, rata-rata nilai transaksi harian BEI terkoreksi 29,61% menjadi Rp21,34 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




















