IHSG Melemah ke 6.179, MEDC hingga INCO Jadi Top Losers

Kholida Rahman

IHSG Melemah ke 6.179, MEDC hingga INCO Jadi Top Losers

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, dengan tekanan yang cukup terasa di lantai bursa.

Data perdagangan menunjukkan indeks utama domestik ini terkoreksi sebesar 6,622 poin atau turun 0,11 persen menuju level 6.179,161 pada pukul 09.10 WIB.

Pergerakan fluktuatif ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati merespons kondisi ekonomi global dan domestik saat ini.

Pelemahan indeks secara umum dipicu oleh kinerja negatif dari sejumlah sektor yang menjadi pemberat utama pasar.

Indeks sektor Barang Konsumen Non-Primer mencatatkan performa terlemah dengan kontraksi mencapai 0,37 persen pada awal pembukaan.

Tekanan serupa juga menyasar sektor Energi, sektor Keuangan, sektor Kesehatan, serta sektor Infrastruktur.

Selain itu, sektor Barang Baku juga turut mengalami pelemahan yang menekan ruang gerak IHSG di awal sesi hari ini.

Di balik tren pelemahan tersebut, terdapat beberapa sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan kenaikan di tengah sentimen negatif.

Sektor Barang Konsumen Primer muncul sebagai pemimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 0,41 persen.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh sektor Transportasi dan Logistik yang bergerak searah dengan sektor Properti dan Real Estate.

Sektor Teknologi serta sektor Perindustrian melengkapi jajaran indeks sektoral yang berada di zona hijau pagi ini.

Kondisi pasar modal Indonesia ini terjadi beriringan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berada di level Rp 18.069.

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga terpantau bergerak turun seiring dengan dinamika pasar global yang memengaruhi arus modal asing.

Pada jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin daftar top losers dengan koreksi 2,69 persen.

Penurunan juga dialami oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang masing-masing melemah sebesar 1,05 persen.

Sebaliknya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berhasil menjadi top gainers setelah mencatat penguatan sebesar 2,52 persen.

Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan sebesar 1,69 persen.

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut memberikan kontribusi positif bagi indeks dengan kenaikan sebesar 1,36 persen.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati bagaimana volatilitas ini akan berlanjut hingga penutupan perdagangan sore nanti.

Kestabilan nilai tukar Rupiah dan sentimen dari bursa regional diprediksi akan terus menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar saham tanah air sepanjang hari ini.

Investor disarankan untuk tetap memantau rilis data makroekonomi yang dapat memengaruhi kebijakan moneter dan sentimen pasar dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar