IHSG Terkoreksi 1,20%, Investor Asing Masih Lepas Saham Perbankan

Kholida Rahman

IHSG Terkoreksi 1,20%, Investor Asing Masih Lepas Saham Perbankan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis (24/9/2026) dengan pelemahan signifikan sebesar 1,20 persen ke posisi 6.298,61.

Penurunan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing di pasar reguler.

Data pasar mencatat nilai jual bersih atau net sell asing mencapai angka Rp987 miliar.

Senior Market Analyst, Nafan Aji Gusta, menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan bentuk aksi ambil untung setelah indeks sempat mencatatkan rebound pada sesi sebelumnya.

“Tekanan jual investor asing masih cukup kuat hingga jeda perdagangan, dengan net sell sekitar Rp987 miliar di pasar reguler. Sejumlah saham big banks seperti BMRI dan BBRI, serta TLKM, menjadi sasaran aksi jual investor asing,” ungkap Nafan Aji Gusta dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Selain tekanan jual, pergerakan indeks juga dibayangi oleh sentimen negatif dari pasar global.

Kondisi bursa saham Wall Street yang ditutup melemah turut memberikan sentimen pesimistis bagi pelaku pasar domestik.

Kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury menjadi perhatian khusus karena memicu spekulasi terkait kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Equity Research Analyst, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti kenaikan harga minyak dunia dan yield obligasi Amerika Serikat sebagai faktor pemberat utama.

Menurut Alrich Paskalis Tambolang, secara teknikal posisi IHSG saat ini sedang berada dalam tren yang cukup rentan.

Analisis teknikal menunjukkan indeks telah bergerak di bawah garis rata-rata pergerakan MA5 dan MA100.

Selain itu, indikator histogram MACD masih tertahan di area negatif yang mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi.

Indikator Stochastic RSI saat ini terpantau berada di area jenuh jual atau oversold.

Melihat kondisi tersebut, Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG berpotensi kembali menguji level support di kisaran 6.186 hingga 6.200 pada perdagangan Jumat (25/9/2026).

Sementara itu, Nafan Aji Gusta memberikan pandangan teknikal bahwa IHSG memiliki rentang support di level 6.254 dan 6.146.

Di sisi lain, level resistance untuk IHSG dipetakan berada pada angka 6.352 dan 6.429.

Investor saat ini juga tengah mencermati pelemahan nilai tukar Rupiah yang memberikan tekanan tambahan bagi emiten dengan beban utang dalam mata uang Dolar AS.

Ketidakpastian kebijakan moneter global diprediksi masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi di akhir pekan ini.

Kombinasi antara aksi profit taking dan sentimen eksternal menciptakan tantangan tersendiri bagi IHSG untuk kembali ke zona hijau dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar