Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Kamis (24/9/2026) dengan kinerja negatif.
Pukul 09.08 WIB, IHSG tercatat terkoreksi 40,305 poin atau setara dengan 0,63% ke level 6.334,607.
Tekanan jual yang luas menekan hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan hari ini.
Sektor Barang Baku mencatatkan penurunan paling signifikan dibandingkan sektor lainnya dengan pelemahan sebesar 1,25%.
Sentimen negatif juga menular ke berbagai lini industri lainnya secara merata.
IDX Sektor Energi, IDX Sektor Kesehatan, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate turut terperosok ke zona merah.
Kondisi serupa dialami oleh IDX Sektor Keuangan dan IDX Sektor Perindustrian yang tidak mampu mempertahankan posisi pembukaannya.
Indeks sektoral lainnya yang juga mengalami pelemahan meliputi IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Teknologi.
IDX Sektor Barang Konsumen Primer serta IDX Sektor Transportasi dan Logistik melengkapi daftar indeks yang tertekan pagi ini.
Di sisi lain, pergerakan pasar saham domestik hari ini tampak kontras dengan kinerja IDX Sektor Konsumen Non-Primer.
Sektor tersebut menjadi satu-satunya yang berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,18%.
Dinamika pasar saham ini terjadi beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh level Rp 17.871.
Kondisi pasar regional Asia secara umum juga menunjukkan tren penurunan pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami fluktuasi cukup tajam.
PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin daftar top losers dengan pelemahan sebesar 2,46%.
Diikuti oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatatkan penurunan sebesar 2,11% pada awal perdagangan.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mencatatkan koreksi sebesar 2,07% dalam periode yang sama.
Sebaliknya, beberapa saham emiten besar masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar.
PT United Tractors Tbk (UNTR) memimpin jajaran top gainers LQ45 dengan kenaikan sebesar 0,82%.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyusul dengan penguatan sebesar 0,72%.
Selain itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,68%.
Analis pasar menyoroti bahwa dominasi sentimen negatif ini dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang sedang menekan mata uang lokal.
Ketidakpastian di pasar regional juga memberikan dampak psikologis bagi para pelaku pasar domestik untuk melakukan aksi jual.
Investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah fluktuasi harga komoditas dan perubahan kebijakan moneter global.
Pergerakan indeks diprediksi akan terus mengalami volatilitas hingga penutupan sesi perdagangan nanti sore.
Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati data ekonomi yang dirilis guna mengantisipasi arah pergerakan harga saham selanjutnya.



















