IHSG Terkoreksi, Investor Asing Lego Saham Senilai Rp 920 Miliar

IHSG Terkoreksi, Investor Asing Lego Saham Senilai Rp 920 Miliar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri tren kenaikan beruntun selama sembilan hari setelah ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (22/7/2026).

Koreksi tipis yang dialami pasar saham domestik ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor mancanegara.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG terkoreksi sebesar 0,09% dan parkir di level 6.334,47.

Sepanjang sesi perdagangan kemarin, indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.394 sebelum akhirnya tertekan ke posisi terendah 6.284.

Sentimen negatif utama yang menekan pergerakan indeks adalah masifnya arus keluar modal asing atau net sell.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp 920,34 miliar di seluruh pasar.

Tekanan jual tersebut merata pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak indeks utama.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memuncaki daftar saham dengan net sell asing terbesar, yakni mencapai Rp 229,98 miliar.

Selain itu, saham sektor perbankan dan energi juga menjadi target aksi lepas kepemilikan oleh investor asing.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 141,07 miliar.

Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan net sell sebesar Rp 137,22 miliar.

Aksi jual juga menyasar PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 131,98 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 126,91 miliar.

Daftar sepuluh besar saham yang dilepas asing dilengkapi oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan Rp 55,82 miliar.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut mencatatkan net sell sebesar Rp 51,02 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan nilai jual bersih Rp 46,03 miliar.

Posisi kesembilan dan kesepuluh diisi oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan Rp 43,99 miliar dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 33,26 miliar.

Secara sektoral, pelemahan IHSG didorong oleh penurunan empat dari 11 sektor yang ada di bursa.

Sektor transportasi memimpin penurunan dengan koreksi tajam sebesar 1,73%.

Sektor kesehatan juga tertekan dengan pelemahan 1,09%, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,46%, dan barang baku 0,26%.

Meski indeks utama tertekan, tujuh sektor lainnya masih menunjukkan performa positif di tengah fluktuasi pasar.

Sektor teknologi mencatatkan penguatan paling signifikan sebesar 1,58%.

Sektor barang konsumer primer menyusul dengan kenaikan 0,78%, properti 0,68%, dan perindustrian 0,63%.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup likuid dengan total volume mencapai 46,06 miliar saham.

Nilai transaksi harian di pasar modal domestik menembus angka Rp 18,36 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 340 saham ditutup melemah, sementara 272 saham mampu menguat dan 184 saham lainnya stagnan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar