Parit Malintang – Jalan penghubung Padang Baru-Kampung Bonai di Parit Malintang, Padang Pariaman, amblas pada Sabtu (22/11). Akibatnya, akses utama warga terputus.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat merespons kerusakan jalan tersebut. Langkah teknis dan administratif segera diambil untuk memastikan mobilitas warga tidak terganggu.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, langsung memerintahkan Kepala Dinas PUPR untuk melakukan survei teknis di lokasi. Hasil analisis lapangan akan menjadi dasar penanganan permanen maupun darurat.
“Bencana ini harus kita respon dengan cepat dan tepat. Saya instruksikan seluruh jajaran agar bergerak malam ini juga. Masyarakat tidak boleh dibiarkan lama dalam kondisi terisolasi,” tegas Bupati, Minggu (23/11/2025).
Selain peninjauan teknis, Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah mengkaji penerbitan Surat Keputusan Tanggap Darurat. Dinas PUPR diminta mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk percepatan perbaikan ruas Padang Baru-Kampung Bonai.
Inspektorat akan mengawasi seluruh prosedur administrasi dan mekanisme pelaksanaan.
BPBD Padang Pariaman akan memimpin koordinasi penyusunan SK Tanggap Darurat, dengan memperhatikan prakiraan cuaca BMKG. Bupati menekankan penanganan harus mempertimbangkan potensi risiko lanjutan.
“BPBD segera menyiapkan SK Tanggap Darurat dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari BMKG. Kita harus antisipatif, bukan hanya reaktif,” ujarnya.
Bupati juga menginstruksikan seluruh OPD terkait menyiapkan dokumen dan administrasi darurat serta melaporkan cepat ke Pusdalops BPBD Sumbar dan BNPB.
Bupati bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala OPD akan meninjau lapangan pada Minggu (23/11/2025). Tujuannya memastikan langkah strategis segera dieksekusi agar jalur penghubung berfungsi kembali dan risiko bencana susulan diminimalisir.
Sementara itu, BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Daerah rawan meliputi Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.
BMKG mengimbau masyarakat siaga, mengenali titik rawan bencana, serta meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem.




















