Jakarta – Operator seluler XLSmart resmi mengamankan tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz melalui hasil lelang yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026.
Tambahan sumber daya frekuensi ini akan menjadi instrumen utama perusahaan dalam memperluas cakupan layanan serta meningkatkan kapasitas jaringan 4G dan 5G di seluruh Indonesia.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan konektivitas yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan cakupan (coverage) dan juga memperkuat kapasitas jaringan, baik 4G maupun 5G,” kata Head of External Communications XLSmart Henry Wijayanto, Rabu (15/7).
Menurut Henry, tambahan spektrum tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan telekomunikasi yang lebih berkualitas, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan.
“Pada akhirnya masyarakat yang terlayani dengan ketersediaan jaringan yang berkualitas akan semakin luas, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau,” ujarnya.
Dalam seleksi pita frekuensi 700 MHz, XLSmart berhasil menempati posisi pertama dengan nilai penawaran mencapai Rp 35,34 miliar per MHz untuk alokasi 30 MHz.
Secara total, investasi perusahaan untuk alokasi 30 MHz pada pita tersebut mencapai Rp 1,06 triliun.
Sementara itu, pada pita frekuensi 2,6 GHz, XLSmart mendapatkan alokasi sebesar 50 MHz dengan nilai investasi Rp 231,6 miliar.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa seluruh proses seleksi telah berjalan sesuai regulasi dan kini memasuki tahap akhir.
Proses tersebut ditandai dengan berakhirnya masa sanggah tanpa adanya keberatan dari pihak manapun.
Tahapan selanjutnya adalah penyusunan berita acara hasil seleksi sebelum Menteri Komunikasi dan Digital menetapkan pemenang lelang secara resmi dan mengikat.
Pemerintah menegaskan bahwa lelang ini merupakan bentuk komitmen dalam mengoptimalkan spektrum frekuensi radio.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan seluler dan mempercepat transformasi digital di seluruh pelosok negeri.
Ketiga pemenang lelang, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat, kini memiliki kewajiban untuk memenuhi komitmen pembangunan jaringan.
Mereka diwajibkan menghadirkan layanan 4G di 538 desa atau kelurahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Selain itu, operator harus memperluas cakupan layanan 5G hingga menjangkau setidaknya 51% populasi Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Penambahan spektrum ini meningkatkan kapasitas nasional secara signifikan dari 452 MHz menjadi 712 MHz.
Dengan hasil terbaru ini, XLSmart kini memiliki total spektrum sebesar 232 MHz, atau sekitar 32,6% dari total spektrum seluler nasional.
Telkomsel tercatat menguasai 37,2% spektrum, sementara Indosat memiliki porsi sebesar 30,2%.
























