Jakarta Perkuat Ekosistem Perfilman, JFC Resmi Berkantor di TIM

Jakarta Perkuat Ekosistem Perfilman, JFC Resmi Berkantor di TIM

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengoperasikan kantor baru Jakarta Film Commission (JFC) yang berlokasi di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem industri perfilman nasional melalui penyediaan layanan terintegrasi bagi para pelaku industri audiovisual.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Kamis (9/7).

Kehadiran kantor pusat ini diharapkan menjadi pintu utama bagi rumah produksi untuk mengakses informasi, koordinasi, hingga pendampingan proses produksi film.

Layanan yang diberikan mencakup fasilitasi perizinan hingga promosi berbagai lokasi syuting yang tersebar di wilayah Jakarta.

“Film tidak hanya menjadi karya seni dan media hiburan, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkenalkan identitas, sejarah, budaya, serta wajah Jakarta kepada masyarakat dunia,” ujar Rano dikutip dari keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Rano, Jakarta memiliki kekayaan cerita dan keragaman lokasi yang menjadi potensi besar bagi industri perfilman.

Jakarta Film Commission sendiri merupakan unit di bawah naungan PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JXB).

Lembaga ini memiliki mandat utama untuk mendukung pengembangan ekosistem perfilman melalui fasilitasi produksi yang lebih efisien.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah platform bernama Filming in Jakarta.

Platform tersebut berfungsi memangkas birokrasi dalam proses produksi film, termasuk akses penggunaan aset milik pemerintah daerah sebagai lokasi syuting.

Selain dukungan operasional, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan insentif pajak berupa keringanan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen bagi tontonan film nasional.

Kebijakan fiskal tersebut telah dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026.

Langkah ini dinilai sebagai stimulus untuk meningkatkan jumlah produksi film nasional yang mengambil lokasi syuting di ibu kota.

Rano mengungkapkan bahwa minat rumah produksi asing terhadap Jakarta kian meningkat.

Sejumlah rumah produksi dari Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk melakukan produksi di Jakarta.

Bahkan, platform streaming global Netflix dikabarkan berencana menggarap enam proyek film di wilayah tersebut.

Tren pertumbuhan industri film di Indonesia saat ini dinilai sangat menjanjikan dengan jumlah penonton yang mencapai 36 juta orang pada periode Januari hingga Juni 2026.

Angka tersebut diproyeksikan akan terus menanjak hingga menembus 120 juta penonton pada akhir tahun ini.

Aktor sekaligus produser, Reza Rahadian, memberikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam membenahi sistem perizinan.

“Keterbukaan mengenai biaya perizinan di berbagai lokasi syuting akan membantu rumah produksi menyusun perencanaan anggaran sekaligus memaksimalkan manfaat dari berbagai insentif yang disediakan pemerintah,” kata Reza dikutip dari keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Kehadiran JFC diharapkan mampu menciptakan iklim industri kreatif yang lebih kondusif, mendorong investasi, serta membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah optimistis keberadaan lembaga ini akan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif dan kota sinema yang berdaya saing di tingkat global.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar