Mahasiswa Sampaikan Daftar Tuntutan Aksi Unjuk Rasa kepada Gibran

persen

Jakarta – Sejumlah kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik strategis di Jakarta pada hari ini, Senin. Demonstrasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kebijakan kepada pemerintah, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Isu utama yang diangkat oleh massa aksi mencakup evaluasi mendalam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar mata uang rupiah, hingga protes terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dianggap membebani masyarakat.

Sekitar pukul 17.00 WIB, sebanyak 15 orang perwakilan mahasiswa bergerak dari lokasi demonstrasi menuju Istana Wakil Presiden di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai jalur formal untuk menyerahkan dokumen tuntutan secara langsung kepada pihak istana.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, M Abdi Maludin, menyatakan bahwa pihaknya mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan dan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang dinilai janggal. Menurutnya, catatan dari mahasiswa diharapkan menjadi bahan pertimbangan serius agar pemerintah mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial negara saat ini.

Menanggapi kehadiran para perwakilan mahasiswa, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menegaskan bahwa pemerintah menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghargai setiap masukan yang disampaikan oleh elemen masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi.

Al Muktabar menambahkan bahwa sebagai negara yang berlandaskan hukum dan demokrasi, pemerintah berkomitmen untuk menampung seluruh aspirasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di masa mendatang.

Sebelumnya, pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya telah memetakan terdapat empat titik utama konsentrasi massa yang menjadi pusat aksi unjuk rasa. Lokasi-lokasi tersebut meliputi kawasan gedung DPR/MPR, area Bundaran HI hingga Dukuh Atas, kawasan Silang Monas, serta kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Guna mengantisipasi eskalasi dan menjaga ketertiban umum selama aksi berlangsung, aparat kepolisian telah mengerahkan kekuatan personel yang cukup besar. Sebanyak 6.675 personel gabungan disiagakan untuk melakukan pengamanan di titik-titik strategis yang telah ditetapkan tersebut. Pengamanan ketat ini dilakukan untuk memastikan penyampaian pendapat tetap berjalan di koridor hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, situasi di sejumlah titik demonstrasi terpantau terkendali. Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat umum di sekitar lokasi aksi tidak terganggu secara signifikan. Pemerintah pun menyatakan kesiapannya untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat terkait kebijakan-kebijakan strategis nasional yang tengah menjadi sorotan publik.

Rekomendasi