Bangkok – Wisatawan asal Indonesia yang merencanakan perjalanan ke Thailand kini memiliki alternatif destinasi di luar jalur arus utama seperti Bangkok, Phuket, atau Pattaya. Sejumlah kawasan di Negeri Gajah Putih menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik, mencakup kekayaan sejarah, keindahan alam pegunungan, hingga pesona pantai yang masih terjaga.
Salah satu destinasi yang mulai dilirik adalah Pai di Mae Hong Son. Kota kecil ini menawarkan suasana bohemian di tengah lembah pegunungan, berjarak sekitar 135 kilometer dari Chiang Mai. Pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di Pai Canyon, melintasi Jembatan Perang Dunia II, hingga bersantai di sumber air panas Sai Ngam.
Bagi pencinta wisata sejarah dan arsitektur, Chiang Rai menjadi pilihan menarik dengan kuil-kuil ikonik seperti Wat Rong Khun atau Kuil Putih dan Baan Dam Museum. Terletak di dekat perbatasan Myanmar dan Laos, kota ini menawarkan atmosfer yang lebih tenang dibandingkan pusat keramaian lainnya. Sementara itu, Sukhothai menyajikan situs bersejarah Kerajaan Thailand pertama yang lebih tenang dibanding Ayutthaya. Area Sukhothai Historical Park paling optimal dijelajahi menggunakan sepeda untuk mengunjungi Wat Mahathat dan Wat Si Chum.
Wisata alam dan petualangan dapat ditemukan di Khao Yai, taman nasional tertua di Thailand yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Dengan luas hutan mencapai 2.168 kilometer persegi, destinasi ini menawarkan udara sejuk dan kesempatan melihat satwa liar. Pengunjung disarankan menyediakan waktu minimal dua hari satu malam untuk menikmati Air Terjun Haew Narok serta melakukan safari malam.
Opsi petualangan lain tersedia di Kanchanaburi, yang dapat diakses dengan kereta api dari Stasiun Thonburi, Bangkok. Wilayah ini menyimpan jejak sejarah melalui Jembatan Sungai Kwai dan Death Railway Museum, serta menawarkan wisata alam di Air Terjun Erawan yang memiliki tujuh tingkatan.
Untuk wisatawan yang mencari ketenangan pesisir, Koh Lipe sering dijuluki sebagai Maladewa-nya Thailand berkat kejernihan air dan terumbu karangnya. Akses menuju pulau ini dilakukan melalui kapal feri dari Pak Bara Pier di Satun. Namun, wisatawan perlu memperhatikan kondisi musim, mengingat layanan feri cenderung terbatas antara Mei hingga Oktober akibat gelombang tinggi.
Terakhir, Phetchaburi menjadi destinasi unggulan bagi penggemar kuliner dan sejarah. Kota yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network kategori Gastronomi ini menawarkan atraksi seperti Gua Tham Khao Luang dan Phra Nakhon Khiri Historical Park. Lokasinya yang hanya berjarak 2 hingga 3 jam dari Bangkok menjadikannya destinasi yang praktis namun tetap menawarkan pengalaman yang jarang terjamah oleh turis internasional.
Dalam merencanakan perjalanan ke destinasi-destinasi tersebut, wisatawan diimbau untuk memastikan kelengkapan dokumen perjalanan, termasuk pemenuhan syarat bebas visa dan pengisian formulir kedatangan digital. Pemilihan waktu kunjungan yang tepat, terutama untuk wilayah pesisir dan kawasan taman nasional, menjadi kunci untuk mendapatkan pengalaman wisata yang optimal dan aman.





![[Foto] Royal heritage dinner Adeging Mangkunegaran ke-269](https://persen.id/wp-content/uploads/2026/05/0cf62d87195f7a475da9366c18a5842b.jpg)


















