Jakarta – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan cerminan dari keberhasilan pemerintah dalam memulihkan kepercayaan investor global. Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa reli positif di pasar keuangan domestik tersebut bukanlah fenomena kebetulan, melainkan hasil dari langkah strategis yang konsisten.
Rosan menjelaskan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, bahwa percepatan penguatan pasar modal dan rupiah dipicu oleh kombinasi kebijakan pemerintah, langkah-langkah bank sentral, serta efektivitas diplomasi ekonomi yang dilakukan Danantara. Salah satu katalis utama yang mendorong sentimen positif ini adalah keberhasilan Danantara dalam melakukan rangkaian roadshow internasional. Selama kegiatan tersebut, pihak Danantara telah berinteraksi langsung dengan sekitar 122 investor institusi global yang memiliki portofolio investasi signifikan di Indonesia.
Melalui pertemuan tersebut, Danantara memaparkan secara transparan berbagai kebijakan ekonomi nasional yang kini lebih terbuka. Rosan mengakui bahwa sebelum adanya dialog langsung, sejumlah investor sempat menunjukkan keraguan terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Namun, setelah mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai kredibilitas dan tata kelola yang diterapkan, persepsi pelaku pasar internasional mulai bergeser ke arah yang lebih optimis.
Selain faktor komunikasi, stabilitas pasar juga didukung oleh langkah konkret pemerintah dan Bank Indonesia, termasuk implementasi perjanjian pertukaran mata uang atau swap agreement dengan pihak China. Rosan menekankan bahwa pergerakan pasar saat ini tidak hanya didorong oleh faktor fundamental ekonomi, tetapi juga oleh manajemen persepsi yang tepat. Dengan kebijakan yang transparan, ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut dalam jangka panjang.
Menanggapi fluktuasi yang kerap terjadi di lantai bursa, Rosan menilai bahwa dinamika naik-turun merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar keuangan. Namun, ia mencatat adanya perbedaan perilaku antara investor ritel dan investor asing. Menurutnya, investor global cenderung memiliki orientasi jangka panjang dan lebih menitikberatkan pada prospek fundamental ekonomi suatu negara dibandingkan sekadar spekulasi jangka pendek. Bagi para investor besar ini, kebijakan yang konsisten dan kredibel menjadi faktor penentu utama dalam mempertahankan komitmen investasi mereka di Indonesia.
Dalam menjalankan operasionalnya, Danantara berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, serta akuntabilitas publik. Rosan menyatakan bahwa standar profesionalisme yang diusung oleh tim Danantara telah mendapatkan apresiasi positif dari para investor internasional. Kepercayaan yang terbangun terhadap kredibilitas lembaga tersebut dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga aliran modal masuk ke dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Ke depannya, Danantara berkomitmen untuk menjaga momentum ini dengan tetap berpegang pada strategi investasi yang terukur dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.























