Yogyakarta – Perhelatan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 sukses mengungguli kota-kota besar lain di Pulau Jawa dalam hal lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat.
Data Mandiri Institute mencatat pertumbuhan belanja di Yogyakarta melesat hingga 7,4 persen selama periode 15-21 Juni 2026.
Angka tersebut jauh melampaui performa konsumsi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang dengan selisih mencapai 1,2 hingga 4,1 kali lipat.
Peningkatan ini sekaligus menjadi rekor akselerasi belanja tertinggi di Yogyakarta dalam empat tahun terakhir.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut capaian ini membuktikan bahwa ajang olahraga bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan mesin penggerak ekonomi daerah.
“Mengusung semangat ‘More Than a Race’, Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga berkelas internasional, tetapi juga platform yang mampu menciptakan dampak ekonomi nyata,” ujar Adhika, Jumat (3/7).
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem sport tourism agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh pelaku UMKM dan masyarakat lokal.
Dampak ekonomi tersebut terlihat jelas pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga perdagangan yang mengalami peningkatan mobilitas wisatawan secara signifikan.
Sebelum acara berlangsung, pertumbuhan belanja mingguan di Yogyakarta tercatat hanya berada di kisaran 0,5 persen.
Namun, momentum MJM 2026 berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 7,3 persen secara week-on-week.
Bank Mandiri menyatakan akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan dampak positif ini bagi ekonomi daerah.
“Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap Mandiri Jogja Marathon dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam mendukung pengembangan sport tourism maupun mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah,” pungkas Adhika.





















