Pemerintah Kembangkan Dalem Jayadipuran, Hidupkan Museum Mataram

persen

pemerintah-siapkan-dalem-jayadipuran-menjadi-museum-mataram-untuk-hidupkan-narasi-besar-peradaban-nusantara
Pemerintah Siapkan Dalem Jayadipuran Menjadi Museum Mataram untuk Hidupkan Narasi Besar Peradaban Nusantara

Yogyakarta – Pemerintah berencana mengubah Dalem Jayadipuran menjadi Museum Mataram. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, tengah mematangkan konsep tersebut.

Tujuannya, mengisi kekosongan narasi besar tentang peradaban Mataram dalam ekosistem museum nasional.

Fadli Zon menyampaikan rencana ini saat mengunjungi Dalem Jayadipuran. Kunjungan ini bagian dari upaya pengembangan cagar budaya bernilai historis.

“Kita sedang menggodok gagasan agar tempat ini bisa menjadi Museum Mataram, sekaligus ruang publik, ruang budaya, dan ruang edukasi yang bisa diakses masyarakat luas,” kata Fadli Zon.

Pemanfaatan Dalem Jayadipuran sebagai museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak. Lebih dari itu, menjadi ruang budaya yang aktif dan berkelanjutan.

Fadli Zon menilai, potensi sejarah dan budaya bangunan tersebut perlu dihadirkan kembali kepada publik. Pemanfaatannya harus lebih terarah.

“Gedung ini adalah cagar budaya penting yang menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah. Karena itu, kita ingin menjadikannya sebagai museum yang dapat merekam dan menampilkan perjalanan tersebut kepada publik,” ungkapnya.

Dalem Jayadipuran didirikan pada tahun 1847. Saat ini, bangunan tersebut dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta.

Bangunan ini erat kaitannya dengan kebangkitan nasional Indonesia. Termasuk aktivitas organisasi Jong Java yang membangun kesadaran berorganisasi di kalangan pemuda.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses menuju Sumpah Pemuda 1928. Selain itu, gedung ini pernah menjadi lokasi Kongres Perempuan Pertama yang diperingati sebagai Hari Ibu.

Dalem Jayadipuran juga dikenal sebagai ruang kegiatan keilmuan dan kebudayaan. Pemerintah berharap pengembangan Museum Mataram dilakukan bertahap.

Perencanaan matang meliputi penguatan kurasi koleksi dan penyusunan narasi sejarah yang komprehensif. Museum ini ditargetkan menjadi pusat edukasi, ruang publik dinamis, dan simpul penting pemahaman sejarah Nusantara.

Rekomendasi