DANA Indonesia Umumkan 35 Pemenang Program Pemberdayaan UMKM Perempuan

35 pelaku usaha perempuan dan disabilitas raih peningkatan pendapatan 113 persen melalui program digital DANA dan Ant International, didukung modal usaha dan pelatihan teknologi hingga AI.

persen

tingkatkan-pendapatan-umkm,-dana-indonesia-umumkan-pemenang-sisberdaya-dan-disberdaya-2026
Tingkatkan Pendapatan UMKM, DANA Indonesia Umumkan Pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026

Jakarta – Sebanyak 35 pelaku usaha perempuan dan penyandang disabilitas sukses mencatatkan lonjakan pendapatan hingga 113 persen setelah mengikuti program pemberdayaan digital dari DANA Indonesia dan Ant International.

Pencapaian impresif tersebut terungkap dalam pengumuman pemenang program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 yang menyaring 35 terbaik dari total 6.800 pendaftar di seluruh Indonesia.

Para pemenang tersebut kini berhak menerima bantuan modal usaha ratusan juta rupiah untuk memperkuat adopsi teknologi dalam bisnis mereka.

Data evaluasi periode 2023-2025 menunjukkan bahwa program ini berhasil mendorong produktivitas usaha para peserta hingga 126 persen hanya dalam waktu enam bulan pascapelatihan.

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menekankan bahwa penguasaan teknologi menjadi instrumen vital bagi perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi.

“Kami berkomitmen memastikan pelaku UMKM tidak sekadar memiliki akses teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif,” ujar Vince.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, turut memberikan apresiasi atas konsistensi DANA dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional.

Irene menilai keberhasilan para pemenang sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi peluang melalui adaptasi teknologi dan kerja keras.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi peluang melalui adaptasi teknologi dan kerja keras,” tutur Irene.

Tahun ini, jangkauan program semakin luas hingga menyentuh wilayah Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Sulawesi Tengah.

Sebelum terpilih, para finalis telah melalui proses pendampingan intensif yang mencakup literasi keuangan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing.

Penilaian akhir dilakukan berdasarkan potensi pengembangan bisnis, kecakapan teknologi, serta dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan bagi komunitas di sekitar mereka.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar