Pemerintah Percepat Pembangunan Sentra Industri Garam di Rote Ndao

persen

rote-ndao-diproyeksikan-pasok-ratusan-ribu-ton-garam-per-tahun
Rote Ndao Diproyeksikan Pasok Ratusan Ribu Ton Garam per Tahun

Rote Ndao – Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, kini menjadi tumpuan baru untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menyerap tenaga kerja secara masif. Proyek strategis ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat sekitar.

Warga setempat kini mendapatkan peluang kerja yang luas, mulai dari tahap konstruksi hingga pengelolaan tambak garam secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi komunitas di wilayah beranda selatan Indonesia tersebut.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah. Pihaknya berkomitmen memastikan proyek ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri garam nasional.

“Melalui proyek ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas, membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah, serta memperkuat daya saing Indonesia ke depan,” ujar Firmansyah.

Proyek yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini ditargetkan mampu memproduksi ratusan ribu ton garam per tahun. Langkah ini menjadi solusi krusial untuk menutupi defisit pasokan domestik yang saat ini mencapai 5 juta ton per tahun.

Selain mengejar kuantitas, K-SIGN menerapkan sistem pengelolaan terintegrasi untuk memastikan kualitas garam memenuhi standar industri. Dengan percepatan operasional yang terus dikebut, pemerintah optimistis kawasan ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di NTT sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi