Jakarta – Realisasi penerimaan pajak nasional hingga pertengahan Juni 2026 mencatatkan tren positif dengan menyentuh angka Rp940,31 triliun. Capaian ini setara dengan 39,62 persen dari target APBN tahun 2026, sekaligus menjadi tulang punggung pendanaan berbagai program strategis pemerintah.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak yang mencapai 23,4 persen secara tahunan ini memberikan ruang fiskal yang luas bagi pemerintah. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, hingga program Sekolah Rakyat.
“Direktorat Jenderal Pajak bisa secara konsisten mempertahankan kinerja pertumbuhan pajak yang terus positif dan tentu ini tidak lepas dari support wajib pajak, salah satunya yang membersamai pelaksanaan, aktor utama dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan program-program andalan lainnya yang dibelanjakan melalui mekanisme APBN,” ujar Bimo dalam Seminar Kemenkeu Corpu Open Class (KCOC) secara daring, Kamis (18/6).
Bimo menjelaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari kombinasi pengawasan kepatuhan wajib pajak yang ketat serta penegakan hukum yang berimbang. Selain itu, stabilitas ekonomi nasional dan optimalisasi sistem administrasi perpajakan melalui Coretax menjadi faktor kunci yang terus diperbaiki secara berkelanjutan.
“Kinerja yang positif ini tentu tidak lepas dari pengawasan kepatuhan dan penegakan hukum yang seimbang, didukung kondisi pertumbuhan perekonomian yang cukup stabil dan peningkatan kualitas Coretax yang terus kami perbaiki secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sebelumnya, pada periode Januari hingga Mei 2026, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp834 triliun atau 35,4 persen dari target tahunan sebesar Rp2.357,7 triliun. Dengan kenaikan realisasi hingga pertengahan Juni, Bimo optimistis tren positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun.
“Ini angka sementara di pertengahan Juni dan mudah-mudahan bisa terus konsisten. Dari yang sebelumnya pada Mei 35,4 persen, sekarang sudah naik menjadi 39,62 persen dari target penerimaan tahun 2026,” pungkasnya.




















