Jakarta – PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja keuangan impresif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp55,2 triliun sepanjang tahun 2025.
Capaian positif tersebut diraih perusahaan di tengah tantangan dinamika geopolitik global yang memengaruhi sektor energi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah, para pemegang saham, seluruh pekerja, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina yang telah bekerjasama,” ujar Baron.
Di balik capaian laba tersebut, Pertamina kini memperketat pengawasan distribusi energi di lapangan.
Perusahaan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan atau penyelewengan penyaluran energi.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi apabila menemukan dugaan penyimpangan, penyelewengan dalam penyaluran energi di lapangan,” tegas Baron.
Ia menambahkan bahwa laporan tersebut dapat disampaikan melalui saluran resmi Pertamina maupun aparat penegak hukum.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat dan dunia usaha.
Selain pengawasan, Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Dukungan publik dinilai krusial untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan seluruh pihak, kita dapat bersama-sama menjaga ketahanan energi nasional agar tetap andal berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.






















