Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran pimpinan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan, Senin (27/7), guna merespons transisi kepemimpinan di otoritas moneter nasional.
Langkah ini diambil menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menerima surat pengunduran diri tersebut secara resmi.
“Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Bapak Gubernur BI kepada Presiden,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7).
Prasetyo menegaskan bahwa keputusan Perry Warjiyo untuk melepaskan jabatan didasarkan pada alasan pribadi.
Pemerintah kini tengah memproses administrasi pemberhentian dengan hormat melalui penerbitan Keputusan Presiden.
Selama masa transisi hingga terpilihnya pejabat definitif, posisi Gubernur BI akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Penunjukan Destry dilakukan untuk memastikan operasional bank sentral tetap berjalan tanpa hambatan.
Kehadiran Destry di Istana bersama jajaran dewan gubernur BI lainnya pada Senin sore bertujuan untuk melakukan koordinasi mendesak terkait stabilitas ekonomi.
“Undangan pertemuan, kami koordinasi,” kata Destry Damayanti saat tiba di Istana Kepresidenan, Senin (27/7).
Terkait gejolak pasar, Destry memastikan bahwa Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas keuangan nasional.
“BI tetap menjaga stabilitas keuangan, nilai tukar tetap menjadi prioritas kami juga,” tegas Destry dalam keterangan singkatnya.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini sangat krusial untuk memetakan situasi ekonomi terkini.
“Kami akan rapat koordinasi saja, tentang situasi saat ini,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Senin (27/7).
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas agenda KSSK.
Meski demikian, Anggito enggan memberikan komentar lebih mendalam mengenai mundurnya Perry Warjiyo.
“Nanti saja ya,” ungkap Anggito Abimanyu saat dimintai keterangan oleh awak media, Senin (27/7).
Pengunduran diri ini sebelumnya telah memberikan tekanan pada pasar finansial domestik sejak awal pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sesaat setelah kabar tersebut mencuat.
IHSG sempat dibuka melemah ke level 6.185 dan terkoreksi 0,65 persen ke posisi 6.156 pada pukul 09.02 WIB.
Sentimen negatif juga terlihat pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Mata uang Garuda terpantau melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.972 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Pemerintah saat ini tengah berupaya menenangkan pasar melalui koordinasi intensif antarlembaga di bawah payung KSSK guna memastikan kebijakan moneter dan fiskal tetap selaras.























