Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke US$145,3 Miliar Usai Bayar Utang

Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke US$145,3 Miliar Usai Bayar Utang

Agu. 7, 2026

Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026. Penurunan tipis dari bulan sebelumnya ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, namun Bank Indonesia memastikan level tersebut tetap aman untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BI Wanti-wanti Core Tak Kembali ke Pola Era Orde Baru

BI Wanti-wanti Core Tak Kembali ke Pola Era Orde Baru

Jul. 30, 2026

CORE Indonesia memperingatkan adanya pelemahan independensi Bank Indonesia akibat UU P2SK yang dinilai membuka celah intervensi pemerintah. Langkah ini dikhawatirkan mengembalikan peran bank sentral seperti era sebelum 1998 yang berisiko mengancam stabilitas ekonomi nasional.

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Andalkan Tiga Lapis Intervensi dan SRBI

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Andalkan Tiga Lapis Intervensi dan SRBI

Jul. 29, 2026

Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui strategi triple intervention di pasar valas serta optimalisasi instrumen SRBI dan kebijakan makroprudensial. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi dampak ketidakpastian ekonomi global dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap s...

Plt Gubernur BI Destry Damayanti Temui Prabowo Bahas KSSK

Plt Gubernur BI Destry Damayanti Temui Prabowo Bahas KSSK

Jul. 27, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan pimpinan KSSK pasca pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI. Plt Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan komitmen otoritas untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar di tengah masa transisi kepemimpinan.

Rupiah Kian Perkasa, Ekonom Ingatkan Batas Suku Bunga Tinggi

Rupiah Kian Perkasa, Ekonom Ingatkan Batas Suku Bunga Tinggi

Jul. 20, 2026

Rupiah berhasil menguat ke bawah level Rp18.000 per dolar AS seiring melemahnya indeks dolar global. Namun, ekonom mengingatkan bahwa penguatan ini bersifat teknis dan fundamental ekonomi domestik perlu segera diperkuat agar tidak terus bergantung pada kebijakan suku bunga tinggi.