Jakarta – Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menjaga stabilitas harga tersebut.
“Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/8).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, pemerintah menerapkan mekanisme penyesuaian harga yang mengikuti tren pasar minyak mentah dunia.
Bahlil menegaskan bahwa fluktuasi harga BBM non-subsidi akan mengikuti kondisi global secara transparan.
“Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan. Kira-kira begitu,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Agustus lalu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini mempertimbangkan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.
“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ungkap Kitty.
Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter.
Selain itu, Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp16.600 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) juga mengalami penurunan menjadi Rp15.950 per liter.




















