Zulhas Bantah Isu Pembangunan Koperasi Desa di Tengah Laut

Pemerintah targetkan pembangunan 35.800 unit Kopdes dan KNMP rampung akhir tahun, dilengkapi fasilitas logistik serta didukung TNI dan integrasi layanan digital untuk stabilkan harga petani dan nelayan.
zulhas-bantah-ada-kopdes-di-tengah-laut:-gimana-nyemennya?
Zulhas Bantah Ada Kopdes di Tengah Laut: Gimana Nyemennya?

Makassar – Pemerintah menargetkan pembangunan 35.800 unit Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) rampung hingga akhir tahun ini.

Proyek infrastruktur ekonomi kerakyatan ini dikebut melalui kolaborasi lintas kementerian dan dukungan TNI Angkatan Darat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memastikan setiap unit koperasi akan dilengkapi fasilitas logistik berupa satu truk, satu pikap, dan dua motor roda tiga.

Yandri mengakui adanya kendala teknis di lapangan, seperti keterbatasan lahan di sejumlah desa.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi bertahap untuk mengatasi hambatan tersebut.

“Kan sudah berapa puluh ribu, memang bertahap tidak sekaligus, sama dengan Kopdes tidak sekaligus,” ujar Yandri.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menepis isu miring yang menyebutkan koperasi tersebut dibangun di tengah laut.

Zulhas menilai narasi tersebut tidak masuk akal dan diduga sengaja disebarkan oleh pihak yang merasa terganggu dengan program pemerintah.

“Itu memang di mana? Nggak bangun di tengah laut, gimana nyemennya itu?” tegas Zulhas di Makassar, Selasa (4/8).

Ia menekankan bahwa Kopdes berfungsi sebagai infrastruktur vital untuk menjaga stabilitas harga komoditas petani dan nelayan.

Koperasi ini berperan sebagai pembeli siaga atau offtaker agar hasil panen tidak dipermainkan oleh tengkulak.

Zulhas menambahkan, koperasi juga akan diintegrasikan dengan layanan perbankan digital dan kantor pos untuk mempermudah akses keuangan masyarakat desa.

Pembangunan masif ini melibatkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai kementerian untuk mendukung pengembangan desa tematik.

“Kita ini bukan Superman, tapi Super Team,” pungkas Yandri mengenai sinergi antarlembaga dalam program tersebut.

Rekomendasi