Prospek Saham Migas Cerah, Simak Rekomendasi ELSA, MEDC, TPIA, PGAS

Ikhwan Setiawan

Prospek Saham Migas Cerah, Simak Rekomendasi ELSA, MEDC, TPIA, PGAS

Jakarta – Sektor energi, minyak, gas, dan petrokimia di Indonesia diprediksi tetap menunjukkan performa positif hingga penghujung tahun 2026.

Optimisme pasar ini didorong oleh kuatnya tren belanja modal di sektor eksplorasi dan produksi (E&P) serta keberhasilan emiten dalam menjalankan strategi transformasi bisnis.

Meski demikian, para pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap sejumlah risiko yang membayangi industri tersebut.

Dinamika ketegangan geopolitik global, fluktuasi harga komoditas utama, dan kebijakan pembatasan harga gas menjadi faktor yang perlu dicermati oleh investor.

Menyambut perdagangan Senin, 7 September 2026, sejumlah analis merilis rekomendasi beli untuk beberapa emiten energi dan migas nasional.

PT Elnusa Tbk (ELSA) menjadi salah satu emiten yang mendapatkan perhatian dari analis Bahana Sekuritas, Abdusshomad Cakra Buana.

Ia merekomendasikan buy untuk saham ELSA dengan target harga di level Rp 1.000 per saham, ujar Abdusshomad Cakra Buana dikutip dari laporan analis, Minggu (6/9/2026).

ELSA dinilai sebagai instrumen utama untuk menangkap siklus kenaikan belanja modal migas, terutama didukung oleh rencana investasi Pertamina Hulu Energi (PHE) senilai US$ 33,1 miliar hingga 2029.

Laba segmen jasa hulu ELSA diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 18% hingga 2028 dan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan laba bersih konsolidasi.

Valuasi saham ELSA saat ini dinilai masih murah di level 6,0x P/E 2026E, ditambah dengan potensi opsi re-rating dari rencana merger dengan Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Selanjutnya, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan rekomendasi buy dari analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan, dengan target harga Rp 2.500 per saham.

Menurut Hasan Barakwan, kinerja MEDC didorong oleh momentum produksi hulu yang kuat serta visibilitas proyek jangka menengah yang solid, tutur Hasan Barakwan dikutip dari catatan riset, Minggu (6/9/2026).

Tercatat, rata-rata produksi migas pada semester pertama 2026 mencapai 170 mboepd atau tumbuh 19% secara tahunan (YoY).

Peningkatan ini didukung oleh pengembangan Blok Corridor, operasional penuh Senoro Phase 2A, serta optimalisasi di Oman Blok 60.

Di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendapatkan rekomendasi buy dari analis Henan Putihrai Sekuritas, Dennis Tay, dengan target harga Rp 3.050 per saham.

Dennis Tay menyebut TPIA kini bertransformasi menjadi platform energi dan bahan kimia terintegrasi pascaakuisisi kilang di Singapura, ungkap Dennis Tay dikutip dari laporan riset, Minggu (6/9/2026).

Terakhir, PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) direkomendasikan buy oleh analis UBS Global Research, Timothy Handerson, dengan target harga Rp 1.960 per saham.

Timothy Handerson menjelaskan bahwa PGAS diuntungkan oleh posisinya sebagai pengelola lebih dari 96% jaringan pipa gas hilir di Indonesia, sebut Timothy Handerson dikutip dari dokumen riset, Minggu (6/9/2026).

PGAS juga menawarkan imbal hasil dividen yang atraktif, diperkirakan mencapai kisaran 11%—12%.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar