Jakarta – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) secara resmi merampungkan seluruh kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali atau buyback.
Sebanyak 19,81 juta lembar saham treasuri milik perusahaan kini telah sepenuhnya berpindah tangan ke publik.
Seluruh proses divestasi tersebut dilakukan melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rangkaian transaksi ini berhasil diselesaikan sepenuhnya pada 27 Agustus 2026.
Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, mengonfirmasi penyelesaian agenda korporasi tersebut dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Kamis (3/9/2026).
Ishak Chandra menjelaskan, seluruh pengalihan saham selama Agustus 2026 dilakukan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek.
Aksi korporasi ini mencatatkan volume penjualan yang intensif sepanjang bulan Agustus.
Proses pengalihan dimulai pada 3 Agustus 2026 dengan melepas 955.000 lembar saham pada harga rata-rata Rp312,85 per saham.
Aktivitas penjualan kemudian berlanjut secara konsisten pada pekan-pekan berikutnya dengan volume yang bervariasi.
Pada periode 4 hingga 7 Agustus, perusahaan melepas total 6,49 juta lembar saham dengan kisaran harga Rp313 hingga Rp329 per lembar.
Memasuki pertengahan bulan, tepatnya pada 10 hingga 14 Agustus, sebanyak 4,71 juta saham kembali dilepas ke pasar.
Laju pengalihan saham semakin dipercepat pada pekan ketiga Agustus 2026.
Dalam rentang waktu 18 hingga 21 Agustus, TRIN berhasil mengalihkan 7,34 juta lembar saham.
Catatan transaksi menunjukkan bahwa harga rata-rata tertinggi dalam rangkaian program ini terjadi pada 21 Agustus, yakni mencapai Rp350,74 per saham.
Menjelang akhir bulan, sisa kewajiban saham yang harus dialihkan hanya tersisa 327.900 lembar.
Sebanyak 277.900 saham dilepas pada 26 Agustus dengan harga rata-rata Rp324,76.
Sisa 50.000 lembar saham terakhir kemudian sukses terjual pada 27 Agustus dengan harga rata-rata Rp334 per saham.
Dengan selesainya transaksi tersebut, jumlah saham hasil buyback yang wajib dialihkan kini mencapai angka nol.
Program ini merupakan pemenuhan kewajiban atas aksi buyback yang telah dilakukan perusahaan sejak Mei 2022.
Kala itu, perseroan membeli kembali saham dengan harga rata-rata Rp280 per lembar.
Keberhasilan pengalihan saham treasuri ini bertepatan dengan tren positif kinerja harga saham TRIN di pasar modal.
Data pasar menunjukkan bahwa pada perdagangan Jumat (4/9/2026), harga saham emiten properti ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 17,51 persen ke level Rp416 per saham.
Secara kumulatif, saham TRIN telah mencatatkan kenaikan sebesar 30 persen dalam satu bulan terakhir.
Sentimen positif dari keberhasilan penyelesaian kewajiban saham treasuri ini dinilai turut memberikan dorongan terhadap kepercayaan investor di pasar sekunder.



















