Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 1,82% selama periode perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks ditutup pada level 6.636,475, meningkat 118,354 poin dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di angka 6.518,121.
Sentimen pasar selama sepekan didorong oleh kembalinya minat investor asing yang mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp2,3 triliun.
Total nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp32,58 triliun, sementara nilai penjualan tercatat sebesar Rp30,27 triliun.
Meskipun terjadi arus masuk modal asing dalam sepekan terakhir, posisi kumulatif investor asing sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan net sell sebesar Rp68,05 triliun.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Aulia Noviana Utami Putri, menyatakan bahwa penguatan indeks berjalan beriringan dengan lonjakan aktivitas perdagangan.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9% menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Aulia dalam keterangan resmi Bursa Efek Indonesia, Sabtu (5/9).
Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak performa IHSG sepanjang pekan lalu.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin kontribusi dengan kenaikan harga sebesar 6,27%, menyumbang tambahan 29,19 poin bagi indeks.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut memperkuat posisi dengan kenaikan 3,47% yang menyumbang 19,85 poin.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan 4% dengan kontribusi sebesar 13,88 poin.
Secara kumulatif, ketiga saham perbankan tersebut menyumbang lebih dari 60 poin terhadap penguatan IHSG.
Selain sektor perbankan, sejumlah emiten lain turut mencatatkan apresiasi signifikan, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 10,53%.
Saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) bahkan melonjak hingga 33,85%, disusul oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 16,05%.
Di sisi lain, pergerakan indeks sempat tertahan oleh koreksi harga pada beberapa saham berkapitalisasi besar.
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat utama dengan penurunan harga 5,32%, yang memberikan dampak negatif sebesar 12,63 poin.
Tekanan juga datang dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang turun 10,36% serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang terkoreksi 6,72%.
Menjelang pekan depan, BEI dijadwalkan menyelenggarakan Public Expose Live 2026 pada 7-11 September 2026.
Acara yang bertepatan dengan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia ini akan menghadirkan 45 emiten untuk memaparkan kinerja serta prospek bisnis mereka.
“Public Expose Live 2026 menjadi salah satu agenda utama yang perlu diperhatikan oleh investor,” ungkap Aulia dalam keterangan resmi Bursa Efek Indonesia.
Kegiatan ini dapat diakses secara virtual oleh masyarakat luas, baik investor maupun calon investor, tanpa dipungut biaya.
“Public Expose Live 2026 terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk investor dan calon investor, serta dapat diikuti secara gratis,” tambah Aulia.


















