Merdeka Copper Cetak Laba US$ 57,5 Juta pada Kuartal I-2026

persen

Jakarta – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I-2026.

Perusahaan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 620,3 juta, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 502,2 juta.

Lonjakan pendapatan ini berbanding lurus dengan laba bersih konsolidasian yang mencapai US$ 120,2 juta.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan fantastis dari capaian kuartal I-2025 yang hanya berada di posisi US$ 2,6 juta.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau NPATMI tercatat sebesar US$ 57,5 juta.

Realisasi ini merupakan pembalikan kondisi yang signifikan dari rugi bersih sebesar US$ 3,7 juta pada kuartal I-2025.

EBITDA perusahaan juga mencatat pertumbuhan eksponensial sebesar 182 persen menjadi US$ 249,9 juta.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menyatakan bahwa hasil positif ini dipicu oleh kenaikan harga jual emas dan peningkatan volume penjualan limonit.

Selain itu, penguatan margin nikel serta kontribusi perdana dari Tambang Emas Pani menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan.

“Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio perusahaan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami yang berkelanjutan pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga,” tegas Albert dalam keterangan resmi, Senin (29/6).

Sektor emas menjadi penyumbang EBITDA terbesar bagi perusahaan dengan nilai mencapai US$ 89 juta.

Kontribusi berikutnya datang dari Nickel Pig Iron (NPI) sebesar US$ 67 juta, limonit US$ 48 juta, High-Grade Nickel Matte (HGNM) US$ 25 juta, serta tembaga sebesar US$ 19 juta.

Produksi emas MDKA secara keseluruhan tumbuh 5 persen menjadi 26.652 ounces pada kuartal pertama tahun ini.

Tambang Emas Tujuh Bukit mencatatkan margin tunai yang impresif sebesar US$ 4.156 per ounce.

Pada segmen nikel, anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kenaikan volume bijih tambang sebesar 143 persen yoy menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt).

Efisiensi operasional turut terjaga dengan margin kas NPI yang mencapai 29 persen akibat berkurangnya ketergantungan pada pasokan saprolit pihak ketiga.

Perusahaan juga terus memajukan proyek strategis, termasuk Feasibility Study Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang ditargetkan selesai pada semester II-2026.

Di sisi lain, total sumber daya mineral Tambang Emas Pani kini meningkat menjadi sekitar 7,4 juta ounces.

Perusahaan juga memperkuat struktur modal dengan posisi kas dan bank sebesar US$ 545 juta per 31 Maret 2026.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA saat ini berada di level 3 kali, jauh di bawah batas maksimal 5 kali yang dipersyaratkan.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan momentum ini melalui alokasi modal yang disiplin serta pengembangan proyek hilir nikel yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar