Nanjing – Kabar duka datang dari Nanjing, Tiongkok. Guan Shunhua, salah satu penyintas Pembantaian Nanjing, meninggal dunia pada Rabu (18/3/2026).
Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang mengumumkan kabar tersebut.
Dengan berpulangnya Guan Shunhua, jumlah saksi hidup tragedi kelam itu kini hanya tersisa 21 orang.
Guan Shunhua menghembuskan nafas terakhirnya di usia 101 tahun. Ia lahir pada tahun 1925.
Pada tahun 1937, saat Pembantaian Nanjing terjadi, keluarga Guan sempat mengungsi ke Huaian, sebuah wilayah di utara Nanjing, Provinsi Jiangsu.
Setelah satu bulan mengungsi, keluarga Guan kembali ke Nanjing. Mereka mencari perlindungan di zona pengungsi yang terletak di Jalan Ninghai untuk menghindari kekerasan.
Namun, tragedi tetap menghampiri. Paman Guan tewas dibunuh oleh pasukan Jepang di luar Gerbang Zhongshan.
Pembantaian Nanjing terjadi setelah pasukan Jepang merebut kota tersebut pada 13 Desember 1937.
Selama enam pekan, sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata China dibantai dengan brutal.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling mengerikan dalam sejarah Perang Dunia II.
Jumlah penyintas yang masih hidup terus berkurang dari tahun ke tahun.
Pemerintah China telah menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional bagi para korban Pembantaian Nanjing sejak tahun 2014.
Kesaksian para penyintas telah diabadikan dalam bentuk transkrip tertulis dan video. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ingatan sejarah agar tidak terlupakan.
Berbagai dokumen terkait tragedi Pembantaian Nanjing juga telah diakui oleh UNESCO dan dimasukkan ke dalam Daftar Memori Dunia pada tahun 2015.





















