SiteMinder Perluas Distribusi Hotel ke Era AI

persen

Jakarta – SiteMinder memperluas jangkauan distribusi hotelnya ke era kecerdasan buatan (AI) lewat pengembangan platform dan kemitraan baru yang ditujukan untuk memudahkan hotel tetap terlihat, kompetitif, dan mudah dipesan di tengah perubahan perilaku wisatawan.

Perusahaan teknologi perhotelan global itu mengumumkan langkah tersebut pada 20 April 2026 dengan menggandeng DirectBooker sebagai mitra permintaan AI perdananya. SiteMinder saat ini menghubungkan 53.000 hotel di 150 negara dan ingin memastikan pemesanan langsung maupun melalui agen perjalanan online berbasis AI tetap mengalir ke properti mitranya.

SiteMinder menempuh strategi baru itu melalui dua pengembangan utama di platformnya.

Pertama, Demand Plus yang selama ini terhubung dengan Google, Trivago, dan TripAdvisor kini diperluas melampaui kanal metasearch konvensional. Solusi tersebut kini menyasar ekosistem percakapan berbasis AI, termasuk platform seperti ChatGPT dan Claude.

Dengan perluasan ini, wisatawan bisa menerima rekomendasi hotel yang lebih relevan, melihat harga secara real-time, lalu menyelesaikan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel.

Langkah tersebut juga membuka akses SiteMinder ke jaringan platform AI yang terus berkembang. Di sisi lain, mitra AI dapat menampilkan informasi dan ketersediaan hotel secara lebih tepat, sementara hotel bisa menjangkau calon tamu pada berbagai tahap penting, mulai dari pencarian hingga pemesanan.

Sebagai mitra perdana, DirectBooker dilibatkan untuk menghubungkan tarif hotel secara real-time ke berbagai platform AI, baik yang sudah mapan maupun yang masih berkembang.

Kedua, lewat Channels Plus, SiteMinder memberikan akses ke inventaris hotelnya bagi saluran OTA dan perantara yang didukung AI. Kanal ini memfasilitasi pencarian, perbandingan, dan pemesanan bagi wisatawan.

Dalam skema tersebut, seluruh pengalaman tamu tetap berlangsung di platform mitra. Namun, pemesanan yang telah dikonfirmasi akan diteruskan melalui SiteMinder ke properti hotel.

Melalui dua jalur itu, pemesanan langsung di situs hotel maupun lewat platform mitra, SiteMinder berupaya memperluas jangkauan hotel di tengah lanskap pemesanan yang terus berubah. Perusahaan juga ingin mengubah permintaan yang digerakkan AI menjadi peluang pemesanan langsung maupun tidak langsung.

Perubahan ini dinilai datang di waktu yang tepat. Dalam Changing Traveller Report 2026, survei konsumen terbesar di dunia soal rencana dan preferensi akomodasi, SiteMinder menemukan delapan dari 10 wisatawan kini menginginkan bantuan AI selama proses pemesanan.

Temuan itu menunjukkan cara baru wisatawan mencari dan memilih tempat menginap. Karena itu, perluasan platform SiteMinder diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

“Menyesuaikan diri dengan perubahan cara wisatawan mencari dan memesan hotel adalah tujuan utama pendirian SiteMinder,” kata Sankar Narayan, CEO dan Managing Director SiteMinder.

“Seiring dengan semakin pesatnya penemuan hotel yang didorong oleh AI, kami memperluas Demand Plus dan Channels Plus untuk memberikan properti di platform kami cara baru agar dapat ditemukan dan mengonversi permintaan melalui jalur-jalur baru ini. Bagi para pelaku industri perhotelan, hal ini berarti hadir dan dapat dipesan di setiap titik penemuan baru, dan keunggulan tersebut akan terus berkembang.”

Sanjay Vakil, CEO dan Co-Founder DirectBooker, juga menilai AI membuka jalur baru dalam pencarian hotel.

“AI membuka pintu baru bagi pencarian hotel, dan setiap hotel berhak ditemukan melalui jalur ini. SiteMinder telah menjadi pelopor dalam distribusi hotel di setiap titik penting, dan kemitraan ini memperluas kepemimpinan tersebut ke era perjalanan yang didorong oleh AI,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama itu mendukung tujuan DirectBooker agar hotel menjadi pihak yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut, sekaligus tetap dekat dengan tamu lama dan memenuhi kebutuhan generasi baru.

Sementara itu, Norman Arundel, Director of Hotels and Resorts at EVT, menyebut perubahan perilaku pencarian tamu sudah terlihat jelas.

“Kami mengamati perilaku pencarian tamu yang terus berkembang secara real-time, dan arahnya sangat jelas. AI kini menjadi bagian dari cara para pelancong menemukan dan memilih tempat menginap,” katanya.

Menurut dia, hotel harus bisa ditemukan dalam lingkungan itu dengan menampilkan informasi yang tepat pada waktu yang tepat.

“Di EVT, kami melihat ini sebagai salah satu peluang paling signifikan di industri perhotelan saat ini dan sangat menggembirakan melihat mitra teknologi secara aktif memfasilitasi hotel agar tidak hanya dapat ditemukan, tetapi juga dipesan, di mana pun tamu melakukan pencarian,” ujarnya.

Kedua perluasan produk itu ditopang Model Context Protocol (MCP), standar teknis yang memungkinkan platform AI mengakses data hotel secara langsung dan real-time, bukan sekadar mengandalkan informasi statis atau usang.

Dengan skala 53.000 hotel, 2,5 juta kamar, dan lebih dari 300 juta malam kamar yang diproses setiap tahun di 150 negara, SiteMinder menyebut dirinya telah membangun salah satu platform distribusi terbesar dan paling terintegrasi di industri perhotelan. Infrastruktur itu kini diposisikan untuk membawa hotel masuk lebih jauh ke era distribusi perjalanan berbasis AI.

Rekomendasi