Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperluas jangkauan transformasi digital di sektor pendidikan nasional melalui optimalisasi platform PIJAR sepanjang Semester I 2026.
Langkah strategis ini mencatatkan partisipasi lebih dari 718.500 peserta yang tersebar di 2.000 sekolah di 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Pemanfaatan teknologi digital ini mencakup berbagai agenda pendidikan krusial, mulai dari tes kemampuan akademik (TKA) hingga seleksi tenaga pendidik.
Penyelenggaraan ujian sekolah berbasis komputer (USBK), asesmen sumatif akhir jenjang (ASAJ), hingga penilaian tengah dan akhir semester menjadi fokus utama implementasi sistem tersebut.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menyatakan bahwa transformasi digital di sektor ini bertujuan menciptakan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
“Teknologi tidak hanya tentang konektivitas, tetapi tentang menciptakan dampak. Melalui PIJAR, Telkom berupaya membantu pemerintah dan satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran, asesmen, hingga seleksi tenaga pendidik yang lebih efektif, terukur, transparan, dan menjangkau lebih banyak peserta di seluruh Indonesia,” ujar Faizal, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (3/8).
Layanan try out berbasis digital melalui PIJAR tercatat telah digunakan oleh lebih dari 91.000 siswa di berbagai daerah untuk mempersiapkan asesmen akademik.
Di Kabupaten Karawang, platform ini memfasilitasi lebih dari 76.000 siswa dari 1.200 sekolah, sementara di Kabupaten Boalemo menjangkau lebih dari 2.100 siswa.
Kota Balikpapan turut memanfaatkan solusi ini untuk pelaksanaan Try Out ASAJ yang diikuti oleh lebih dari 12.500 siswa dari 500 sekolah.
Selain asesmen siswa, Telkom juga mendukung tata kelola rekrutmen guru dan tenaga kependidikan melalui sistem computer based test (CBT).
Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dalam seleksi PJLP Gelombang I dan II menjadi bukti efisiensi sistem dalam menghadirkan proses yang objektif dan transparan.
Di Kota Semarang, PIJAR berperan aktif dalam penyelenggaraan Kompetisi Akademik LENTERA 2026 yang mengedepankan transparansi melalui sistem CBT.
Catatan performa teknis selama periode 2 Maret hingga 15 Juni 2026 menunjukkan stabilitas sistem yang tinggi dengan capaian zero downtime.
Selama rentang waktu tersebut, PIJAR mengawal lebih dari 126.000 jadwal ujian dengan durasi total 627 jam operasional.
Jumlah tersebut mencakup partisipasi lebih dari 619.000 siswa dari 900 sekolah di 33 provinsi untuk penilaian semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Telkom berkomitmen untuk terus mengembangkan PIJAR sebagai solusi yang adaptif terhadap kebutuhan ekosistem pendidikan yang dinamis.
Inovasi ini sejalan dengan komitmen dalam memperkuat fondasi pengembangan talenta nasional guna mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan.
























